Penggunaan Pupuk KCL Untuk Sawit

Manfaat dan Dosis Penggunaan Pupuk KCL untuk Sawit

Perkebunan sawit perlu dipupuk dengan KCL untuk bisa memberikan hasil optimal. Pupuk tersebut mengandung kalium berkadar tinggi yang paling tidak kandungan K2O mencapai 60%. Terdapat beberapa brand yang kandungan kalium jauh lebih tinggi daripada 60%. Anda yang sedang berminat memiliki perkebunan sawit perlu memahami manfaat dan dosis penggunaan pupuk KCL untuk sawit.

Bentuk dari pupuk ini sendiri berupa Kristal berwarna merah dan putih. Penggunaan pupuk diharapkan mampu meningkatkan hasil tanaman beserta dengan kualitasnya. Pupuk tersebut juga berguna dalam meningkatkan daya serap dari unsur hara yang ada di tanah. Banyak dari manfaat, dosis, cara penggunaan, dan informasi lain tentang pupuk ini bisa Anda pahami lebih lanjut berikut.

Beberapa Kondisi Tanah yang Bisa Membuat Kelapa Sawit Tumbuh Subur

Tanaman sawit perlu ditanam pada jenis tanah tertentu untuk memberikan hasil optimal. Beberapa jenis lahan yang cocok guna membuka perkebunan sawit yakni:

  1. Tanah Aluvial

Tanah aluvial merupakan tanah endapan yang sering berada di area sekitar aliran sungai. Aluvial banyak mengandung lumpur sedimen yang bercampur dari kawasan yang lebih tinggi. Sebagian besar tanah aluvial terdapat di Jawa bagian utara, Sumatera bagian timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan juga Papua bagian utara maupun selatan.

Karakteristik dari tanah aluvial berupa kaya akan mineral. Tanah yang kaya mineral sudah pasti dapat membuat hasil perkebunan sawit melimpah. Apalagi bila diimbangi dengan pemupukan sesuai dosis. Tekstur dari tanah aluvial ini biasanya mirip dengan tanah liat.

  • Tanah Latosol

Berdasarkan informasi dari Mutu Institute, jenis tanah selanjutnya yang bisa memberikan hasil panen sawit melimpah adalah tanah latosol. Tanah latosol memiliki karakteristik kemerahan sehingga masyarakat setempat memberikan sebutan tanah merah. Tanah tersebut berasal dari pelapukan dari batuan metamorf dan sedimen.

Tanah latosol memiliki kecenderungan pH asam yang mengandung sedikit bahan organik. Tingkat keasaman tanah ini berada di range 4,5 sampai 6,5. Anda akan bisa banyak menemui tanah latosol di area Sumatera Barat, Sumatera Utara, Jawa, Bali, maupun Papua.  Tanah latosol punya struktur gembur yang memungkinkan memungkinkan adanya aliran air dalam tanah.

  • Tanah Organosol

Tanah berikutnya yang cocok ditanami pohon sawit adalah tanah organosol. Tanah organosol terbentuk dari hasil pelapukan dari bahan-bahan organik. Warna dari tanahnya cokelat tua sedikit kehitaman.

Warnanya yang coklat kehitaman menandakan bahwa tanah kaya akan bahan organik. Tingkat keasaman juga pas mendukung perkembangan dan pertumbuhan tanaman sawit.

Namun tanah organosol juga dibagi menjadi dua kelompok lagi. Kelompok pertama adalah tanah humus dan yang kedua adalah tanah gambut. Meskipun kedua jenis tanah tersebut punya kandungan bahan organik melimpah tetap memerlukan pemupukan secara rutin. Pemupukan dapat menjaga atau meningkatkan hasil panen buah sawitnya. Salah satu pupuk yang cocok untuk tanaman sawit yakni KCL.

Manfaat Penggunaan Pupuk KCL untuk Sawit

Anda sudah memahami bahwa hampir semua pupuk sudah pasti membantu meningkatkan hasil panen. Namun ada manfaat lainnya yang diberikan oleh pupuk KCL pada pohon sawit. Langsung saja disimak manfaat lain dengan penggunaan pupuk tersebut.

  1. Meningkatkan Ketahanan dari Hama

Hama merupakan masalah utama dalam dunia pertanian dan perkebunan, termasuk perkebunan kelapa sawit. Serangan hama sering kali dapat menurunkan hasil panen secara signifikan. Hal ini tentu bisa merugikan pihak pemilik dari perkebunan.

Pemberian pupuk KCL dapat membantu meningkatkan ketahanan sawit terhadap hama. Sawit yang tahan dari serangan hama dapat secara langsung berdampak terhadap hasil panen pada akhirnya.

  • Peningkatan Kualitas Hasil Panen

Kelapa sawit Indonesia biasa diekspor ke beberapa negara seperti Pakistan, Bangladesh, China, India, dan lain-lain. Sudah pasti kualitas ekspor perlu untuk terus dijaga dan ditingkatkan agar tidak tersaingi dengan minyak sawit dari negara lainnya.

Menggunakan pupuk KCL dapat membantu meningkatkan kualitas dari hasil panennya. Unsur hara yang terdapat dalam pupuk membantu meningkatkan kualitas dari buah sawit. Alhasil buahnya menjadi lebih besar, berat, dan manis.

Kalium pada pupuk KCL diketahui dapat membantu proses pengangkutan glukosa yang terkandung dalam tanah. Pengangkutan glukosa yang baik membuat pohon sawit mampu menghasilkan buah yang lebih manis dan buah lebih berat.

  • Memperkuat Batang Pohon Sawit

Setiap pohon yang berbatang kokoh mampu bertahan dari terpaan angin. Batang yang kokoh juga memungkinkan suatu pohon untuk bisa menyangga pertambahan dari buahnya sendiri. Para pengurus kebun sawit sering menggunakan pupuk KCL demi memperkuat batang pohon sawit sehingga siap menyangga pertambahan jumlah buah.

  • Merangsang Pertumbuhan Akar Tanaman

Pupuk KCL terkenal sebagai pupuk yang berfungsi merangsang pertumbuhan akar tanaman. Akar tanaman dari sawit yang diberikan kalium cukup jauh lebih kokoh juga dibandingkan dengan tanaman yang jarang dipupuk.

Bahkan menurut ulasan dari Mitalom, penggunaan pupuk KCL untuk sawit tersebut juga dapat membantu pertumbuhan daun dan bunga. Pemberian unsur kalium yang tepat juga mampu meningkatkan kuantitas dari tandan selain hanya sekedar memacu perkembangan akar.

  • Meningkatkan Daya Tahan dari Kekeringan

Pohon sawit rentan mengalami stress ketika dilanda kekeringan. Pohon juga bisa kekeringan ketika kekurangan kalium yang ditandai dengan daun terbawah mengering. Para pengurus kebun sawit yang sudah melihat tanda-tanda tersebut perlu menambahkan pupuk KCL. Pohon sawit yang diberi pupuk berisikan kalium punya ketahanan lebih baik dari kekeringan.

Dosis dan Cara Penggunaan Pupuk KCL untuk Sawit

Pemberian pupuk pada tanaman sawit juga tidak boleh berlebihan. Pemberian pupuk yang berlebihan dapat membuat pohonnya layu dan dalam kondisi ekstrem menyebabkan pohon mati. Pengurus kebun perlu mengetahui dosis yang tepat dan cara pemberian pupuk.

Berdasarkan Sawit Indonesia, pengaplikasian pupuk KCL yang berlebihan juga bisa membuat pohon jadi kekurangan Magnesium maupun Boron. Ujung-ujungnya justru dapat menurunkan hasil tandan buah yang berakhir pada rendahnya hasil panen.

Dosis pupuk yang tepat adalah diberikan setiap 2 – 3 kali dalam setahun. Apabila pohon sawit ditanam pada tanah gambut maupun berpasir maka pemberian pupuk dapat lebih jarnag menjadi 3-4 kali dalam setahun.

Mengenai dosisi pupuk yang paling akurat perlu menganalisa usia pohon, daun, jenis tanah, dan lain-lain. Pemberian dari pupuknya sendiri dilakukan sejak pohon sawit sudah berusia 3 bulan setelah penanaman. Terus lakukan pemberian pupuk sesuai dosis hingga kelapa sawit menghasilkan buah.

Dilansir dari Mitalom, dosis pemberian pupuk KCL berkisar pada 0,15 sampai 2,5 kg untuk setiap batang. Kisaran digunakan berdasarkan pertimbangan dari jenis tanah maupun usia dari pohon sawitnya. Mengenai perbedaan dosis juga pernah diteliti oleh Heri Halpera dan Subagiono Subagiono yang di publish ke Jurnal Sains Agro.

Hasil studi menunjukkan bahwa dosis pupuk KCL memberikan pengaruh nyata pada pertumbuhan pelepah dan ketebalan daging buah. Penelitian tersebut memberikan pernyataan hasil terbaik dari variabel penelitian dengan dosis KCl 1,50 kg untuk setiap tanaman sawit.