Pupuk Pembesar Buah Kelapa Sawit

Rekomendasi Pupuk Pembesar Buah Kelapa Sawit Terbaik

Indonesia ialah negara produsen kelapa sawit terbesar di dunia. Hal tersebut tentu bukan tanpa alasan, mengingat banyaknya perkebunan kelapa sawit yang ada. Kondisi tersebut membuat banyak petani yang akhirnya memutuskan menanam tanaman kelapa sawit. Tentunya bukan tanpa tujuan mengingat harga kelapa sawit juga cukup tinggi. Buat petani kelapa sawit tentu membutuhkan informasi tentang pupuk pembesar buah kelapa sawit.

Meningkatnya kebutuhan dari produksi minyak nabati domestik hingga diekspor ke negara lain, membuat banyak sekali petani sawit berlomba lomba menghasilkan kelapa sawit melimpah dengan ukuran buah yang besar. Tanaman kelapa sawit akan menghasilkan buah yang melimpah apabila dilakukan perawatan yang benar.

Nah, bagi Anda seorang petani sawit yang masih terbilang baru, tentu sangat penasaran bukan bagaimana cara menghasilkan sawit yang sedemikian rupa? Ulasan berikut ini sangat cocok untuk Anda yang menginginkan kelapa sawit melimpah dengan ukurannya yang besar.

Inilah Jenis Pupuk Pembesar Buah Kelapa Sawit Terbaik

tanaman kelapa sawit merupakan jenis dari keluarga palem-paleman yang memiliki wujud fisik seperti kelapa. Tak heran mengapa tanaman ini akhirnya dijuluki kelapa sawit. Bentuk fisik dari tanaman kelapa sawit sebetulnya apabila diamati akan lebih mirip dengan jenis tanaman pakis haji. Terlebih jika kelapa sawit telah tumbuh tinggi, bentuknya akan sangat mirip dengan pakis haji, namun apabila masih kecil cenderung lebih mirip dengan tanaman buah salak.

Salah satu hal yang sangat menentukan hasil dengan kualitas dan kuantitas tinggi ialah pupuk. Ya, pupuk memang sebuah zat nutrisi tambahan yang amat dibutuhkan oleh tanaman, bahkan semua jenis tanaman budidaya. Tanaman kelapa sawit harus diberikan pupuk perangsang supaya mampu menghasilkan panen berkualitas tinggi. Berikut adalah rekomendasi pupuk pembesar buah kelapa sawit yang perlu Anda coba!

1. Pupuk Organik Bokashi

Jenis pupuk pertama yang amat direkomendasikan untuk jenis tanaman kelapa sawit ialah pupuk organik bokashi. Mengapa pupuk bokashi? hal ini karena dalam pupuk bokashi memiliki banyak sekali kandungan unsur hara. Selain itu, pupuk bokashi merupakan jenis pupuk organik yang bersifat higroskopis sehingga sangat mudah diserap tanaman.

Kandungan EM4 dalam pupuk bokashi mampu menekan adanya pertumbuhan dari para mikroorganisme patogen. Pupuk bokashi memiliki kandungan unsur hara makro dan juga mikro yang terbilang sangat lengkap. Kelengkapan dari kandungan unsur hara tersebut mampu menyuplai kebutuhan nutrisi untuk dapat terus hidup bagi tanaman kelapa sawit.

Pemberian pupuk bokashi sebagai jenis pupuk dasar harus dilakukan pengulangan sekitar 6 bulan sekali. Jenis pupuk bokashi bagi tanaman sawit sangat disarankan yang terbuat dari bahan pupuk kandang yang telah dicampurkan bersama pupuk kompos.

2. Pupuk Fosfor (phospat)

Jenis pupuk rekomendasi yang kedua ialah pupuk fosfor atau yang juga dikenal dengan nama pupuk phospat. Jenis unsur hara fosfor merupakan unsur hara makro yang memiliki peran besar dalam proses pertumbuhan dari kelapa sawit.

Fosfor akan bekerja untuk merangsang akar-akar dari tanaman kelapa sawit supaya lebih kuat. Selain itu, fosfor juga amat dibutuhkan ketika tanaman kelapa sawit mulai masuk ke tahap pembungaan.

Salah satu jenis merek dagang dari pupuk fosfor yang tersebar di pasaran ialah pupuk SP-36. Pupuk tersebut sangat cocok digunakan ketika tanaman kelapa sawit belum memasuki proses pembungaan. apabila tanaman kelapa sawit mulai berbunga, maka gunakanlah jenis pupuk phospat cair, misalnya saja seperti merek dagang Agrophos.

3. Pupuk Kalium

Rekomendasi ketiga dari pupuk pembesar pupuk sawit ialah jenis pupuk kalium. Unsur hara kalium merupakan jenis unsur hara makro yang penting bagi tanaman. kalium memiliki peran untuk mengatur adanya proses pembukaan dan juga penutupan dari stomata yang terdapat pada bagian daun. Proses pembukaan stomata untuk penguapan air akan lebih stabil apabila tanaman memiliki kandungan kalium yang seimbang dan tercukupi.

Kalium mampu mempertebal dinding-dinding sel dan juga membantu adanya stimulus dari sistem pertahanan alami pada tanaman kelapa sawit. Selain itu manfaat lain dari unsur hara kalium ialah untuk membantu adanya proses pembentukan buah, sekaligus membantu memperbaiki kualitas dari buah yang dihasilkan.

Ciri-ciri dari tanaman sawit yang tercukupi kandungan kaliumnya akan terlihat pada bagian batang yang lebih kuat, buah yang lebat dan juga berbobot tinggi. Pemberian jenis pupuk kalium sangat dianjurkan bersama jenis pupuk dasar, seperti pupuk dasar dan pupuk phospat.

Jangan lupa untuk mengulangi pemberian pupuk kalium ketika musim kemarau tiba dan tanaman kelapa sawit telah mulai terbentuk. Jenis merek dagang dari pupuk kalium yang dapat dijumpai di pasaran misalnya saja pupuk KCl, pupuk KNO, pupuk MKP, dan beberapa jenis pupuk kalium lainnya.

3. Mikro Plant Activator

Rekomendasi pupuk selanjutnya ialah pupuk mirko. Nah, yang dimaksud dari pupuk mikro ini ialah jenis pupuk majemuk yang memiliki banyak kandungan unsur hara, seperti Mn, Cl, Fe, Cu, dan beberapa jenis unsur hara lainnya.

Banyak yang tak mengetahui jika unsur hara mikro cukup penting bagi pertumbuhan tanaman. Selain itu, unsur hara makro juga akan membantu melancarkan proses metabolisme. Tujuannya supaya senyawa kimia seperti enzim dan jenis hormon-hormon yang terdapat dalam tubuh tanaman akan lebih aktif lagi, sehingga tak heran, jika pupuk mikro akrab dengan julukan plant activator.

Meski umumnya jenis pupuk mikro ini digunakan sebagai jenis pupuk dasar, namun penggunaan pupuk ini tidak dianjurkan untuk diberikan ketika tanaman masih berada di tahap awal. Pemberian pupuk mikro dianjurkan ketika tanaman kelapa sawit menginjak usia 1 bulan, dengan skema pengulangan 1 sampai 2 kali penyemprotan dalam 1 bulan.

Pemberian pupuk mikro akan lebih intens, apabila diberikan ketika tanaman kelapa sawit memasuki tahap atau masa generatif (pembungaan). Tujuannya supaya tanaman kelapa sawit mampu menghasilkan bakal buah kelapa sawit yang lebih banyak dan berkualitas tinggi. Beberapa jenis merek dagang pupuk mikro yang terdapat di pasaran misalnya saja adalah Primarin-B dan juga YaraVita Complex.

4. Zat Pengatur Tumbuh (ZPT)

Meskipun pemberian pupuk telah diberikan dengan sebaik mungkin, namun pemberian rangsangan dari zat pengatur tumbuh juga memiliki manfaat yang cukup banyak. Zat pengatur tumbuh mampu membantu tanaman kepala sawit supaya tumbuh lebih lebat. Sudah sejak lama kandungan dari zat pengatur tumbu ini mampu menunjang adanya pertumbuhan dan perkembangan bagi tanaman.

Untuk jenis zat pengatur tumbuh bagi tanaman budidaya seperti kelapa sawit, sangat dianjurkan untuk menggunakan jenis Auxin dan juga Giberlin. Zat pengatur tumbuh auxin memiliki peran untuk membantu memacu pertumbuhan, serta memacu pembentukan dari bunga kelapa sawit. Sedangkan untuk jenis hormon pengatur tumbuh giberelin memiliki peran yang besar pada fase generatif atau pembungaan.

Penyemprotan tanaman kelapa sawit menggunakan giberelin akan membuat tanaman kelapa sawit menghasilkan banyak buah. Pemberian dari zat pengatur tumbuh sangat dianjurkan untuk diberikan secara bertahap dan disesuaikan dengan perkembangannya.

Nah demikianlah jenis-jenis pupuk rekomendasi untuk menghasilkan tanaman buah kelapa sawit yang lebat dan berbobot tinggi. Kini, Anda dapat mulai mengaplikasikannya pada lahan sawit untuk mendapatkan hasil panen yang terbaik.