cara pemupukan kelapa sawit

Cara Memberikan Pupuk Yang Tepat Untuk Tanaman Perkebunan Kelapa Sawit

Pupuk merupakan salah satu produk yang sangat penting untuk pertumbuhan tanaman. Pupuk digunakan untuk melengkapi unsur hara di tanah yang dibutuhkan oleh tanaman. Untuk mendapatkan hasil panen tanaman yang maksimal, setiap tumbuhan akan membutuhkan jenis pupuk yang berbeda.

Selain membutuhkan jenis pupuk yang berbeda, teknik pemupukan yang diperlukan juga berbeda satu dengan yang lainnya. Jika Anda sedang bertanam kelapa sawit, Anda akan membutuhkan cara pemupukan kelapa sawit yang tepat supaya hasil panen berlimpah dan maksimal. Lalu bagaimana teknik pemupukan tanaman kelapa sawit yang tepat ini? Berikut ini adalah ulasannya.

Proses pemupukan pada saat pembibitan

Jenis pupuk yang dibutuhkan oleh tanaman kelapa sawit pada saat pembibitan berbeda dengan pada saat tanaman kelapa sawit siap panen. Untuk proses pembibitan ini berlaku selama 1 hingga 12 bulan. Nah, dalam proses pembibitan ini, salah satu pupuk yang paling penting bagi tanaman kelapa sawit adalah pupuk NPK.

Jenis pupuk NPK yang dibutuhkan oleh tanaman kelapa sawit di fase ini juga berbeda. Jika tanaman kelapa sawit Anda ada di usia 1 bulan hingga 12 bulan ini, jenis pupuk yang paling tepat adalah NPK 15-15-6-4.

Pupuk NPK adalah pupuk yang dibangun dari 3 unsur utama, unsur utama ini adalah Nitrogen, fosfat dan juga Kalium. Nah, pada proses pembibitan, kandungan yang paling utama dibutuhkan oleh tanaman kelapa sawit adalah kandungan N dan P. Hal inilah yang membuat kandungan N dan P pada NPK 15-15-6-4 paling penting untuk tanaman di usia ini.

Kandungan N dan P yang tinggi akan membantu bibit tanaman sawit dapat mengembangkan akar dan batang dengan lebih baik. Nah, selain mengetahui jenis pupuk yang terbaik, Anda juga harus tahu cara pemupukan kelapa sawit di usia pembibitan yang paling tepat. Untuk mendapatkan bibit tanaman kelapa sawit yang sehat dan kuat, Anda akan membutuhkan tanaman dosis pembibitan seperti berikut ini :

Untuk bibit tanaman kelapa sawit usia 1 hingga 3 bulan, Anda akan membutuhkan pupuk sebanyak 30 gram untuk tiap pohon.

Untuk bibit tanaman kelapa sawit yang sudah berusia 4 hingga 12 bulan, Anda akan membutuhkan sekitar 75 gram pupuk NPK untuk tiap pohonnya.

Selain dosis pemberian, cara pemberian pupuk juga sangat penting. Untuk mendapatkan hasil terbaik, akan lebih baik jika Anda memasukkan pupuk NPK ini tiap 3 bulan di kedalaman 3 hingga 5 cm di dalam tanah.

Pupuk di masa tanaman belum menghasilkan

Pada masa tanaman belum menghasilkan, fase ini disebut dengan fase TBM. Nah, jika pada masa pembibitan Anda hanya membutuhkan 1 jenis pupuk, pada fase ini Anda mungkin akan membutuhkan jenis pupuk majemuk dan pupuk tunggal.

Pupuk majemuk yang dimaksud di sini adalah pupuk NPK majemuk. Jenis pupuk NPK yang dibutuhkan pada fase TBM ini adalah pupuk NPK 12-12-17-2. Dilihat dari komposisinya, pupuk ini memiliki kandungan kalium dengan jumlah yang lebih tinggi persentasenya dibandingkan dengan pupuk pada saat pembibitan. Pupuk pemberian pupuk NPK 12-12-17-2 ini lebih cocok di gunakan pada usia tanaman 1 hingga 3 tahun.

Selain memerlukan pupuk NPK ini, Anda juga akan membutuhkan pupuk tunggal lain seperti pupuk Urea, pupuk TSP, MOP dan juga Kieserit. Keempat pupuk ini adalah pupuk yang sangat bermanfaat untuk membantu pertumbuhan akar, batang, daun dan buah dari tanaman kelapa sawit Anda.

Untuk manfaatnya masing-masing, kami sudah pernah membahasnya di artikel sebelumnya. Jadi Anda bisa cek jika ingin tahu bagaimana manfaat dari masing-masing pupuk untuk tanaman kelapa sawit Anda.

Lalu bagaimana cara pemupukan kelapa sawit dengan menggunakan pupuk-pupuk ini? Untuk memberikan pupuk ini pada tanaman kelapa sawit Anda, Anda bisa mengikuti detail di bawah ini.

TBM berusia 1 tahun

  • NPK sebanyak 1,5 kg hingga 2,0 kg
  • Urea sebanyak 0,5 kg hingga 0,75 kg
  • TSP sebanyak 0,5 kg hingga 0,75 kg
  • MOP sebanyak 1 kg hingga 1,25 kg
  • Kieserit sebanyak 0,25 kg hingga 0,5 kg

TBM berusia 2 tahun

  • NPK sebanyak 2 kg hingga 2,5 kg
  • Urea sebanyak 0,75 kg hingga 1 kg
  • TSP sebanyak 0,75 kg hingga 1 kg
  • MOP sebanyak 1,25 kg hingga 1,5 kg
  • Kieserit sebanyak 0,25 kg hingga 0,5 kg

TBM berusia 3 Tahun

  • NPK sebanyak 2,5 kg hingga 3 kg
  • Urea sebanyak 1 kg hingga 1,25 kg
  • TSP sebanyak 1 kg hingga 1,25 kg
  • MOP sebanyak 1,5 kg hingga 1,75 kg
  • Kieserit sebanyak 0,25 kg hingga 0,5 kg

Komposisi dan dosis di atas adalah komposisi yang ideal sebagai cara pemupukan kelapa sawit 1 pohon dalam 1 tahun. Khusus untuk pupuk NPK, pemberiannya dilakukan dengan memasukkan pupuk ke dalam tanah dengan kedalaman 10 cm hingga 14 cm dengan radius 2.3 dari tajuk tanaman.

Pemupukan di fase tanaman menghasilkan

Fase ini disebut juga dengan fase TM. Pada fase ini sangat penting untuk memberikan pupuk yang bermanfaat untuk mengoptimalkan pembuahan. Nah, salah satu unsur hara yang berperan sangat penting untuk pembuahan ini adalah unsur kalium atau K. Hal inilah yang membuat Anda harus memilih pupuk dengan kandungan K yang tinggi.

Biasanya tanaman yang masuk ke fase ini adalah tanaman dengan usia di atas 4 tahun. Nah, jenis pupuk NPK yang sangat cocok untuk tanaman ini adalah NPK 16-3-27-4 atau NPK 13-8-27-4. Dilihat dari kodenya, kita sudah tahu bahwa pupuk NPK ini memiliki kandungan kalium yang tinggi bukan?

Pemilihan dari pupuki ini semuanya dipilih berdasarkan karakter tanah. Nah, mengapa dipilih pupuk NPK dengan unsur K yang tinggi? Karena unsur K yang tinggi dapat meningkatkan produksi buah.

Lalu berapa dosis pupuk NPK yang cocok untuk tanaman di fase ini? Untuk tanaman di fase menghasilkan ini, Anda akan mungkin akan membutuhkan pupuk dengan dosis :

  • Tanaman usia 4 tahun hingga 8 tahun

Pada usia ini, tanaman kelapa sawit akan membutuhkan pupuk sebanyak 2 kg hingga 2,5 kg untuk tiap pohonnya.

  • Tanaman usia 9 tahun hingga 13 tahun

Pada usia ini, tanaman kelapa sawit akan membutuhkan pupuk dengan jumlah 3 hingga 4 kg untuk tiap pohonnya.

  • Tanaman usia 14 hingga 20 tahun

Sedangkan untuk tanaman kelapa sawit dengan usia 14 tahun hingga 20 tahun maka akan dibutuhkan pemupukan NPK sebanyak 2 kg hingga 3,5 kg NPK untuk tiap pohonnya. Sedangkan jika sudah lebih dari 20 tahun, maka dosis pupuk akan berkurang menjadi 2 kg hingga 3 kg saja.

Untuk proses cara pemupukan kelapa sawit ini, dilakukan dengan 2 kali pemupukan dalam 1 tahun. Pemupukan ini dilakukan dengan membenamkan pupuk sedalam 10 cm hingga 15 cm lalu disebarkan ke sekeliling tanaman dengan radius 2/3 dari tajuk.