5 jenis pupuk kandang

Mengenal 5 Jenis Pupuk Kandang yang Bagus Untuk Tanaman

Penggunaan pupuk kandang sudah tidak asing lagi bagi kehidupan para petani. Memang pupuk kandang itu memiliki kandungan hara lebih rendah dibandingkan pupuk kimia. Namun pupuk kandang memiliki kelebihan tersendiri dan lebih ramah lingkungan. Terdapat 5 jenis pupuk kandang yang terbaik untuk dijadikan pupuk tanaman.

Pupuk kandang merupakan salah satu jenis pupuk yang memanfaatkan sisa-sisa kotoran hewan. Pupuk kandang banyak digunakan karena mengandung nitrogen, magnesium, mineral logam, kalsium, kalium, dan tinggi fosfor. Kandungan yang ada pada pupuk kandang sangat dibutuhkan tanaman untuk tumbuh kembang lebih optimal.

Pupuk kandang termasuk pupuk organik yang sering direkomendasikan untuk para petani. Penggunaan pupuk kandang bisa dilakukan secara terus menerus yang sifatnya jangka panjang. Memang efeknya tidak secepat pupuk kimia, namun dampaknya sangat baik untuk kondisi tanah.

5 Jenis Pupuk Kandang yang Berkualitas

Setiap jenis hewan akan menghasilkan unsur hara yang berbeda-beda sehingga setiap jenis hewan ini memiliki kandungan nutrisi yang berbeda untuk tanaman. Saat ini akan dijelaskan mengenai 5 jenis pupuk kandang yang bagus untuk tanaman.

  • Kotoran sapi

Pupuk kandang yang pertama berasal dari kotoran sapi. Pupuk kandang ini memiliki kandungan 0,3% nitrogen, 17% bahan organik, 0,4% kalium, 0,2% fosfor, dan 83% kelembaban.

Apabila kotoran sapi ini sudah kering maka kandungan nutrisinya lebih tinggi yaitu 2% nitrogen, 2,4% kalium, dan 2% fosfor. Kotoran sapi akan lebih efektif bila diberikan saat sudah kering, tidak berbau, tidak lengket dan bersuhu dingin.

  • Kotoran kuda

Kotoran juga juga salah satu jenis pupuk yang digunakan untuk pertanian. Agar kotoran kuda ini bisa digunakan untuk pupuk harus melalui proses pengomposan. Mengingat kuda tidak memiliki sistem pencernaan yang bagus sehingga pada kotorannya masih terdapat rumput atau biji gulma yang tidak dicerna dengan baik.

Pada kotoran kuda ini memiliki kandungan 0,7% nitrogen, 0,6% kalium, 0,3% fosfor, 75% kelembaban, dan 24% bahan organik.

  • Kotoran kambing

Selain kotoran sapi dan kuda, ada juga kotoran domba atau kambing yang bisa kamu manfaat sebagai pupuk kandang. Banyak para petani yang memilih menggunakan kotoran kambing dijadikan pupuk karena memiliki kandungan nitrogen dan kalium yang lebih tinggi.

Pada kotoran kambing basah memiliki kandungan 0,7% nitrogen, 32% bahan organik, 0,9% kalium, 0,3 % fosfor dan 66% kelembaban. Sementara untuk kotoran kambing yang sudah mengering memiliki kandungan 4% nitrogen, 3,5% kalium, dan 1,4% fosfor. Pupuk kandang yang berasal dari kotoran kambing ini sangat bagus untuk pupuk tanaman.

  • Kotoran burung

Selain kotoran hewan darat, kotoran burung juga bisa digunakan sebagai pupuk. Kalau pupuk yang berasal dari kotoran burung ini disebut pupuk guano. Pupuk ini memiliki kandungan 1,5% kalium, 8% fosfor, dan 7,5% nitrogen. Pupuk guano ini sangat bagus untuk menyuburkan tanah karena kekurangan unsur organik.

  • Kotoran ayam

5 jenis pupuk kandang selanjutnya yang bisa kamu gunakan adalah kotoran ayam. Kotoran ayam ini sering kali dijadikan pupuk untuk tanaman sayur. Terbukti para petani merasakan hasil sayur yang lebih bagus di musim pertama.

Pupuk kandang dari kotoran ayam ini mengandung 1,1% nitrogen, 26% sampai 45% bahan organik, 0,5% kalium, 0,8% fosfor, dan kelembapan 57%.

Manfaat Menggunakan Pupuk Kandang Untuk Tanaman

Itulah penjelasan mengenai beberapa jenis-jenis pupuk kandang.Terdapat 5 jenis pupuk kandang yang bagus untuk dijadikan pupuk namun perlu diolah dengan tepat. Setelah tahu jenis-jenis pupuk kandang, alangkah baiknya jika kamu tahu manfaat menggunakan pupuk kandang.

Penggunaan pupuk alami seperti pupuk kandang atau kompos memang memberikan efek bagus untuk menyediakan unsur hara makro dan mikro. Selain itu dengan menggunakan pupuk kandang tanam memiliki daya ikat ion yang tinggi. Struktur tanah yang rusak bisa diperbaiki secara optimal.

Pupuk kandang yang sudah siap digunakan adalah pupuk yang memiliki suhu rendah, tidak tampak wujud aslinya, dan tidak berbau. Kalau kamu menggunakan pupuk kandang yang belum matang bisa menyebabkan tanaman mati.

Berikut ini akan dijelaskan mengenai beberapa manfaat menggunakan pupuk kandang:

  • Menyediakan unsur hara makro dan mikro

5 jenis pupuk kandang ini sangat dibutuhkan karena memiliki unsur hara makro dan mikro yang bagus untuk tanaman. Selain itu pupuk kandang memiliki daya ikat yang bagus untuk mengikat bahan anorganik di dalam tanah.

  • Memperbaiki kondisi tanah

Tanah yang digunakan terus menerus akan menyebabkan kualitasnya cepat menurun. Kalau tidak dilakukan perbaikan maka tanaman yang ditanam tidak bisa tumbuh kembang dengan baik. Nah, dengan penggunaan pupuk kandang bisa digunakan untuk perbaikan kondisi tanah yang unsur haranya hilang diserap tanaman.

Pupuk kandang banyak direkomendasikan karena bisa merangsang kembali aktivitas biologis tanah. Semua kehidupan mikroorganisme bisa lebih banyak sehingga proses penggemburan tanah lebih bagus.

Perlu diketahui bahwa penggunaan pupuk kandang itu tidak boleh asal-asalan saja. dibutuhkan pengelolaan yang tepat agar bisa memenuhi kebutuhan nutrisi tumbuhan. Harus melalui proses yang tepat agar pupuk kandang sudah matang dan siap digunakan untuk memupuk tanaman.

Selanjutnya akan dijelaskan mengenai beberapa cara pembuatan pupuk kandang yang benar. Hal ini bertujuan agar pupuk kandang yang dihasilkan memiliki segudang manfaat untuk tanaman.

Proses pembuatan pupuk kandang ini berdasarkan bahan yang digunakan. Pada kesempatan kali ini akan dijelaskan mengenai salah satu proses pembuatan pupuk kandang berbahan dasar kotoran kambing atau domba. Selengkapnya bisa simak penjelasannya berikut ini :

  1. Menyiapkan tempat untuk melangsungkan proses fermentasi. Pastikan tempat untuk fermentasi ini bebas dari hujan dan paparan sinar matahari.
  2. Silahkan masukkan kotoran kambing pada tempat fermentasi. Dalam hal ini kamu bisa menyusun kotoran kambing berdasarkan kelembapan, kemudian dilapisi sekam, serbuk gergaji, dan abu. Pada lapisan selanjutnya bisa diberi kapur pertanian dan larutan starter EM4 secara merata.
  3. Proses pencampuran bisa dilakukan dengan mencangkul secara merata.
  4. Setelah semua bahan tercampur rata, kamu bisa menutupnya dengan terpal selama 1 minggu.
  5. Setelah satu minggu, kamu bisa membukanya kembali dan mengaduknya lagi.
  6. Silahkan tutup lagi dan diamkan selama 3 minggu.
  7. Kalau sudah 3 minggu, silahkan buka pupuk kandang dan angin-anginkan agar tidak muncul bau.
  8. Pupuk kandang dari kotoran kambing sudah siap digunakan.

Setelah tahu cara pembuatan pupuk kandang, kini kamu harus tahu cara penggunaannya. Pupuk kandang kaya akan nitrogen yang berbentuk nitrat sehingga lebih mudah diserap akar tanaman.

Pada lahan kering kamu bisa menabur di atas tanah, kemudian dicampur pada pengolahan tanah. Kamu bisa memberikan lubang tanaman agar pupuk bisa diserap akar tanaman. Memang penggunaan pupuk kandang tidak bisa memberikan efek secara langsung namun pada musim tanam selanjutnya kamu akan merasakan hasilnya. Itulah penjelasan mengenai 5 jenis pupuk kandang yang terbaik untuk pertumbuhan tanaman dan menyuburkan tanah. Pada saat penggunaan pupuk kandang kamu harus melalui proses matang agar pupuk kandang yang dihasilkan sangat baik untuk pertumbuhan tanaman.