Penggunaan Pupuk Urea Untuk Rumput

Baru Tahu, Selain Tanaman Penggunaan Pupuk Urea Untuk Rumput Ternyata Efektif

Pupuk adalah suatu bahan yang digunakan untuk mengganti unsur hara yang telah hilang dari dalam tanah yang berfungsi untuk mengembalikan kesuburan tanah. Semua tanaman pasti membutuhkan unsur-unsur hara untuk bertahan, tumbuh dan berkembang. Dari semua jenis pupuk yang ada, pupuk yang mengandung Nitrogen sering dicari oleh masyarakat, karena memang semua tanaman membutuhkan unsur hara Nitrogen untuk hidup dan tumbuh. Salah satu jenis pupuk yang mengandung Nitrogen adalah pupuk Urea. Penggunaan pupuk urea oleh petani/pekebun adalah hal wajib karena didalam pupuk urea terkandung nitrogen 45-56%, lebih banyak dibandingkan pupuk ZA yang hanya sekitar 21%.

Pengertian Pupuk Urea dan Ciri-Cirinya

Pupuk Urea adalah pupuk tunggal yang hanya mengandung unsur hara Nitrogen. Kandungan nitrogen di dalam pupuk urea sebesar 45-56%. Pupuk Urea bisa dikatakan pupuk yang paling tinggi yang mengandung kadar nitrogen. Karena tingginya kadar nitrogen, maka diperlukan pengaturan waktu pemupukan agar hasilnya bagus untuk tanaman.

Ciri-ciri pupuk urea adalah sebagai berikut:

  • Mengandung unsur hara Nitrogen (N) tertinggi
  • Memiliki rumus kimia NH2 CONH2
  • Berbentuk butiran Kristal berwarna butih
  • Mudah larut di dalam air, karena sifatnya menyerap air (higroskopis)
  • Standar SNI 2801:2021 Fungsi dan Manfaat Pupuk Urea

Secara umum fungsi pupuk adalah untuk mengembalikan unsur hara yang telah hilang dari dalam tanah. Unsur hara dalam tanah lambat laun akan hilang sejalan dengan kegiatan petani megolah sawah atau lahan pertanian. Maka diperlukan pupuk untuk mencukupi kebutuhan tanaman, agar tanaman menjadi tumbuh subur.

Salah satu pupuk yang sering dicari oleh masyarakat dipasaran adalah pupuk urea. Manfaat dari pupuk urea diantaranya adalah:

  • Mempercepat tumbuhnya tunas dan tinggi tanaman
  • Daun terlihat lebih segar, hijau dan rimbun
  • Mempercepat proses pertumbuhan akar baru
  • Memperbanyak tunas anak tanaman baru
  • Mempercepat proses fotosintesis
  • Meningkatkan jumlah/kuantitas panen Penggunaan Pupuk Urea Pada Tanaman

Penggunaan pupuk urea tidak serta merta dipukul rata, karena setiap tanaman memiliki kebutuhan yang berbeda. Unsur hara yang dibutuhkan oleh sebuah tanaman tidak sama, sehingga sebelum melakukan pemupukan perlu memperhatikan diantaranya: Jenis tanaman, umur tanaman, kontur tanah, dosis/takaran pupuk dan waktu pemupukan. Contohnya tanaman sawit usia 1-3 tahun, pasti beda dengan tanaman sawit usia 5-10 tahun. Begitu juga penggunaan urea pada pohon kopi pasti beda dengan jumlah penggunaan pupuk urea untuk rumput.

Nah, kamu bisa pelajari penggunaan pupuk urea dengan benar dibawah ini:

  1. Menggunakan Urea secara tunggal
    • Gunakan pupuk urea saat cuaca dingin sekitar 0-15 derajat celcius dengan kondisi tidak berangin karena untuk meminimalisir kehilangan ammonia. Pada suhu yang lebih dingin atau dibawah standar maka tanah akan beku dan penyerapan kurang maksimal, sedangkan suhu diatas itu an berangin maka urea akan terurai lebih cepat sebelum meresap ke tanah.
    • Gunakan pupuk urea sebelum menanam. Ini berfungsi untuk menghambat urease. Urease adalah enzim pemicu reaksi kimia yang merubah urea menjadi asam nitrat yang dibutuhkan tanaman.
    • Sebarkan urea ke seluruh permukaan tanah. Tebarkan pupuk urea dekat dengan akar tanaman.
    • Siram tanah dengan air. Sebelum berubah menjadi asam nitrat yang dibutuhkan tanaman, pertama-tama urea akan menjadi ammonia. Karena ammonia layaknya gas, maka akan menguap ke atas, maka dengan menyiramnya dengan air akan membantu urea meresap ke dalam tanah.
    • Cangkullah tanah agar urea tercampur dengan maksimal. Salah satu cara efektif agar urea meresap ke dalam tanah adalah dengan mencampurnya dengan tanah menggunakan cangkul, garpu tanah atau traktor.
    • Penggunaan pupuk urea untuk rumput atau tanaman padi-padian sebaiknya dihari yang teduh. Berikan urea saat suhu di bawah 15 derajat, jika lebih maka ammonia akan menguap dan sawah atau ladang akan berbau ammonia.
    • Penggunaan pupuk urea pada jagung sebaiknya diberikan secara langsung. Maksudnya adalah untuk jagung yang sudah usia 2 minggu ke atas. Untuk pemberian urea untuk benih jagung harus diberi jarak agar tidak meracuni benih.
  • Menggunakan urea secara campuran/majemuk (dicampur dengan pupuk lain)
    • Tentukan takaran/dosis yang tepat. Rasio atau perbandingan antara urea dengan pupuk lain. Rasio ini akan menentukan kualitas pupuk. Misal N-P-K adalah 3 seri pupuk yang mempunyai takarannya masing-masing, sehingga antara Nitrogen, Fosfor, dan Kalium adalah seimbang.
    • Campurkan urea dengan pupuk tambahan agar menjadi perpaduan pupuk yang stabil. Selain nitrogen yang baik untuk tanaman, ada pula Fosfor dan Kalium yang hamper semua tumbuhan butuhkan. Pupuk yang bisa di campur dengan Urea diantaranya : Kalsium sianamida, sulfat magnesium kalium, kalium sulfat.
    • Campurkan segera dan tebarkan segera untuk campuran pupuk tertentu, karena efektifitas sebagian pupuk berbeda-beda. Ada beberapa pupuk yang bila dicampur dengan urea akan hilang keefektivitasnya sekitar 2-3 hari. Kelompok pupuk dalam golongan ini adalah: Nitrat Chili, ammonium sulfat, Magnesia nitrogen, diamonium sulfat dan lainnya.
    • Cegah reaksi kimia yang tidak dinginkan agar tidak merusak panen. Mencampurkan pupuk bukan berarti tidak mempunyai efek samping. Jika dosis dan cara mencampurnya tidak tepat akan terjadi reaksi kimia yang kadang malah merugikan petani sendiri. Salah satunya adalah gagal panen.
  • Campurkan urea dengan pupuk yang mengandung fosfor dan kalium agar menjaadi pupuk seimbang. Ikuti petunjuk pencampuran pupuk agar hasil campuran pupuk menjadi seimbang dan baik untuk tumbuhan.

Penggunaan Pupuk Urea Untuk Rumput

Penggunaan pupuk urea untuk rumput adalah hal baru bagi petani. Seiring berjalannya waktu, rumput ternyata memiliki nilai ekonomis. Salah satu contohnya adalah rumput gajah. Rumput gajah sekarang banyak dijual dipasaran karena memang sangat dibutuhkan sebagai pakan ternak, sapi maupun kambing. Sehingga kajian dan penelitian pun dilakukan terkait penggunaan pupuk urea untuk rumput.

Sebagaimana percobaan yang dilakukan oleh fakultas peternakan, Universitas Udayana, Bali tentang Pertumbuhan dan Hasil Rumput Gajah (Pennisetum Purpureum) bahwa rumput gajah membutuhkan nitrogen (N) 13%*. Dari hasil penelitian itu maka, penggunaan pupuk urea untuk rumput akan membantu rumput untuk tumbuh subur.

Penggunaan pupuk urea untuk rumput bisa diterapkan mirip dengan pemberian pupuk urea untuk padi atau tanaman lain. Namun, yang harus diperhatikan adalah dosis dan waktu pemupukan. Jika pupuk urea memiliki kandungan unsur hara nitrogen 45% dan kebutuhan rumput hanya sekitar 13 % maka dosisnya adalah 45/13 = 3,5

Demikian penggunaan urea untuk tanaman dan penggunaan urea untuk rumput. Pastikan membaca petunjuk dan aturan pemupukan sebelum memberikan pupuk untuk tanaman kamu. Karena setiap tanaman pasti memiliki kebutuhan unsur hara yang berbeda. Tentu pemupukannya tidak boleh sembarangan.