Penggunaan Pupuk ZA Untuk Jagung

Manfaat dan Cara Penggunaan Pupuk ZA Untuk Jagung

Ada dua jenis pupuk yang secara umum sering digunakan untuk kesuburan tanah dan tanaman. Yang pertama adalah pupuk organik dan yang kedua pupuk anorganik atau pupuk kimia. Salah satu pupuk anorganik yang sering digunakan dan cukup terkenal adalah pupuk ZA. Ada banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan dari pupuk kimia yang satu ini. Khususnya untuk jagung, jagung merupakan salah satu jenis tanaman yang membutuhkan trik tersendiri dalam menanamnya. Menanam dan merawat jagung tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Jika kata petani, menanam jagung ternyata gampang-gampang sulit! Nah, penggunaan pupuk ZA untuk jagung ternyata sangat membantu petani lho!

Jika ada yang bertanya, bukankah penggunaan pupuk kimia atau anorganik justru tidak sehat untuk pertumbuhan tanaman dan kesuburan tanah? Sebagai informasi, penggunaan pupuk kimia atau anorganik di Indonesia tidak dilarang. Asalkan sesuai dengan standar dan ketentuan yang telah ditetapkan. Pemberian pupuk kimia atau anorganik juga bisa dikatakan mudah dan praktis.

Mengenal Manfaat Pupuk ZA Untuk Jagung

Menggunakan pupuk kimia atau anorganik untuk tanaman tidak akan merusak atau membuat tanaman menjadi tidak sehat. Selama penggunaannya sesuai dengan standar dan ketentuan yang ditetapkan itu akan sah-sah saja. Penggunaan pupuk kimia atau anorganik juga mampu menunjukkan hasil cepat dan sesuai keinginan.

Untuk pupuk ZA berbeda dengan pupuk SP-36 yang termasuk dalam jenis pupuk yang mengandung fosfor tinggi. Pupuk ZA atau yang biasa disebut juga dengan ammonium sulfat ini termasuk dalam pupuk buatan yang memiliki kandungan nitrogen yang banyak sekitar 21% dalam bentuk ammonium dan sulfur atau belerang sekitar 24%. Sesuai dengan kandungannya, pupuk ZA akan menyediakan unsur hara berupa nitrogen dan sulfur yang dibutuhkan tanaman dan hal ini tidak bisa didapatkan dari tanah.

Seperti yang kita ketahui jika tanah yang berada di dekat gunung berapi yang masih aktif akan memiliki tingkat kesuburan yang baik. Dengan kandungan belerang yang ada dalam pupuk ZA, tentu akan memberikan manfaat bagi tanah atau tanaman khususnya jagung seperti dibawah ini.

  1. Membuat jagung lebih sehat dan menjaga tanah dari serangan hama.
  2. Mampu meningkatkan produksi jagung dan memperbaiki kualitas jagung.
  3. Meningkatkan gizi jagung berkat adanya peningkatan protein, gula, lemak, pati dan vitamin.
  4. Mampu memberbaiki hasil panen dan rasa jagung menjadi lebih enak.

Sedangkan manfaat penggunaan pupuk ZA bagi tanah dan tanaman lain adalah sebagai berikut.

  1. Membantu menumbuhkan daun agar lebih hijau.
  2. Mampu memperbaiki kualitas tanah khususnya pada tanah alkalis berkat kandungan sulfurnya.
  3. Memberikan unsur hara secara langsung untuk tanaman.
  4. Memperbaiki kandungan tanah terutama kandungan nitrogen dan sulfur yang kurang dimiliki oleh tanah.
  5. Mencegah tanaman terharap serangan penyakit dan hama yang menyerang.
  6. Meningkatkan produktifitas dan kualitas tanaman yang diberikan tambahan pupuk ZA.
  7. Membantu pertumbuhan tunas pada tanaman.
  8. Memperbaiki aroma pada tanaman berkat kandungan sulfur yang mampu membentuk senyawa yang berfungsi untuk menghasilkan minyak.
  9. Memperbaiki kandungan nutrisi pada hasil tanaman.

Banyaknya manfaat yang bisa didapatkan dari penggunaan pupuk ZA untuk jagung dan tanaman lainnya tidak lain adalah berkat kandungan nitrogen. Nitrogen akan membantu aktifitas mikroorganisme yang hidup di dalam tanah sehingga mampu menyuburkan dan menggemburkan tanah. Nitrogen juga bisa membantu memperbaiki dan meningkatkan pH tanah dimana pH yang pas sangat dibutuhkan oleh tanaman.

Dengan begitu, penggunaan pupuk ZA memang sangat dibutuhkan untuk jagung. Namun yang perlu diingat adalah penggunaannya harus dilakukan sesuai dengan standar dan ketentuan yang telah ditetapkan. Penggunaan yang berlebihan atau kurang tidak akan memberikan manfaat. Penggunaan yang pas akan memberikan manfaat dan meminimalisir dampak negate baik itu untuk tanah maupun tanaman.

Cara Penggunaan Pupuk ZA Untuk Jagung Yang Baik dan Benar

Setelah mengetahui beberapa manfaat penggunaan pupuk ZA untuk jagung dan tanaman lainnya diatas, semakin membuktikan jika penggunaan pupuk ZA memag dapat memperbaiki kualitas dan meningkatkan produksi serta nilai gizi hasil panen. Dengan banyaknya manfaat pupuk ZA, berikut ini kelebihan atau keunggulannya jika dibandingkan dengan pupuk lainnya.

  1. Dapat dicampurkan dengan pupuk lain.
  2. Dapat digunakan sebagai pupuk dasar dan susulan.
  3. Penanganannya yang udah dan ekonomis.
  4. Memperbaiki rasa dan warna hasil panen.
  5. Memperbaiki kualitas dan meningkatkan produksi dan nilai gizi hasil panen.
  6. Memperbaiki kualitas dan meningkatkan produksi dan nilai gizi pakan ternak berkat peningkatan kadar protein pati, gula, vitamin, lemak, dan padi.
  7. Aman digunakan untuk segala jenis tanaman.
  8. Tidak menyerap banyak air.
  9. Senyawa kimianya stabil sehingga tahan lama.
  10. Membuat tanaman menjadi lebih tahan terhadap gangguan lingkungan seperti hama, penyakit, dan kekeringan.

Masih ada banyak keunggulan lainnya yang dimiliki oleh pupuk ZA dibandingkan dengan pupuk kimia atau anorgaik lainnya. Inilah yang membuat pupuk ZA popular dan sering digunakan oleh para petani. Kemudian selanjutnya, pemupukan tanaman jagung menggunakan pupuk ZA sebaiknya disesuaikan dengan dosis berikut.

  • Pada fase vegetatif ata fase pertumbuhan awal, pemberian dosis pupuk ZA bisa dengan melarutkan 1 gelas pupuk ZA baru ke dalam air bersih sebanyak 25 hingga 30 liter air. Kemudian larutan ini bisa diberikan sebanyak 50 ml per tanaman jagung.

Untuk tanaman jagung pada fase pertumbuhan awal atau vegetatif, pemberian pupuk ZA bisa dilakukan setiap 7 hingga 10 hari sekali. Peberian pupuk menggunakan dosis ini disarankan dilakukan setelah pengairan. Selain itu, perhatikan media tanam yang bagus untuk pertumbuhan jagung agar mendapatkan hasil yang maksimal.

  • Pada fase pengisian buah, pemberian dosis pupuk ZA bisa dengan melarutkan 1 gelas pupuk ZA baru ke dalam 30 liter air bersih. Larutan pupuk ZA ini bisa diberikan dengan menyiramkannya sebanyak 50 ml larutan pupuk ke dalam lubang buatan dengan jarak 10 hingga 15 cm dari pangkal tanaman jagung.

Untuk bisa mendapatkan hasil yang maksimal, pemberian pupuk ZA dalam fase ini harus dilakukan secara rutin. Pemberian pupuk ZA pada tanaman jagung pada fase pengisian buah bisa dilakukan setiap 10 hari sekali.

  • Pada fase generatif atau fase pembuangan, pemberian dosis pupuk ZA bisa dengan melarutkan 1 gelas pupuk ZA baru ke dalam air bersih sebanyak 25 hingga 30 liter air. Larutan pupuk ini bisa diberikan dengan menyiramkan larutan ke lubang buatan dekat pangkal tanaman sebanyak 50 ml larutan per tanaman jagung.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan sesuai keinginan, berikan larutan pupuk ZA secara rutin. Untuk fase generatif atau fase pembungaan bisa diakukan setiap 7 hingga 10 hari sekali. Lakukan dengan cara yang sama dan jangan dilakukan secara sembarangan.

Demikian beberapa informasi penting terkait pupuk ZA dan penggunaan pupuk ZA untuk jagung yang baik dan benar. Semoga informasi yang diberikan bisa bermanfaat dan membantu untuk bisa mendapatkan hasil panen tanaman jagung yang berkualitas baik dan sesuai dengan keinginan.