Pupuk KCl Untuk Jagung

Manfaat Penggunaan Pupuk KCl Untuk Jagung

Ada banyak sekali jenis pupuk yang bisa digunakan untuk menyuburkan tanaman. Salah satunya adalah pupuk KCl. Pupuk KCl atau Kalium Klorida adalah pupuk buatan yang memiliki kandungan unsur hara kalium yang tinggi sebanyak 60%. Dengan kandungannya ini, penggunaan pupuk KCl untuk jagung akan sangat berpengaruh untuk kesuburan dan tingkat produktivitasnya.

Jagung merupakan salah satu tanaman palawija yang sudah tidak asing lagi khususnya di Indonesia. Budi daya penanaman jagung dikenal tidak terlalu sulit, nilai jualnya juga cukup baik di pasaran. Inilah yang membuat banyak petani Indonesia memilih jagung sebagai alternative tanaman setelah padi. Jagung juga merupakan salah satu tanaman yang sangat bermanfaat untuk kehidupan manusia.

Jagung bisa menjadi pengganti nasi sehingga banyak orang yang sedang dalam program diet memilihnya sebagai solusi yang jitu. Selain mengenyangkan, jagung juga memiliki rasa yang enak dan cocok diolah untuk berbagai jenis makanan. Namun, menanam jagung ternyata tidak semudah itu. Dibutuhkan zat dan unsur pendukung lain seperti pupuk KCl agar jagung bisa tumbuh secara sempurna.

Dosis Penggunaan Pupuk KCl Untuk Jagung

Umumnya, dosis pemupukan sebenarnya akan berbeda di satu tempat dengan tempat lainnya. Dosis merupakan takaran kebutuhan yang diperlukan oleh tanaman selama periode proses produksi tanaman dalam satu hektar Dimana takaran tersebut akan tergantung pada kesuburan lahan tanaman. Sebagai standar atau patokan yang umum, dosis pemupukan atau penggunaan Pupuk KCL untuk Jagung adalah sebagai berikut.

Pupuk KCL : 100 kg/ha yang diberikan sebanya 3 kali. Yaitu sebagai pupuk dasar, pupuk susulan pertama, dan pupuk susulan kedua. Pupuk dasar berupa 1/3 bagian urea + 1 bagian SP-36 + ½ bagian pupuk KCl. Pupuk susulan pertama berupa 1/3 bagian pupuk Urea + ½ bagian pupuk KCl, dan pemupukan susulan kedua berupa 1/3 bagian pupuk Urea.

Pemberian pupuk harus diberikan secara tepat waktu, sebab akan berpengaruh pada efektifitas serapan hara yang dilakukan oleh tanaman. Waktu pemberian pupuk juga erat kaitannya dengan umur tanaman dimana setiap periode umur tanaman memerlukan jenis, dan jumlah unusr hara yang berbeda. Demikian juga dengan jenis pupuk memerlukan proses waktu yang berbeda untuk menjadi unsur tersedia yang dibutuhkan tanaman.

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, pemberian pupuk pada tanaman jagung bisa diberikan sebanyak 3 waktu atau 3 kali. Terdiri dari pupuk dasar pada saattanaman berumur. Kemudian pupuk susulan pertama pada saat tanaman berumur 28-30 hari setelah tanam. Dan yang terakhir adalah pupuk susulan kedua pada saat tanaman berumur 45-50 hari atau tanaman menjelang berbunga.

Pemberian pupuk juga harus dilakukan secara tepat karena akan mempengaruhi efisiensi penggunaan pupuk dan efektifitas serapan unsur hara oleh tanaman jagung. Cara pemberian pupuk yangtepat adalah dengan meletakkan pupuk di samping tanaman sejauh 7-10 cm, pupuk dimasukkan ke lubang sedalam 3-5 cm, pembuatan lubang dengan cara ditugal. Memasukkan pupuk ke dalam lubang dapat menghindarkan terosinya pupuk oleh air jika terjadi hujan lebat maupun penguapan oleh sinar matahari.

Itu dia dosis penggunaan pupuk KCl untuk jagung yang bisa anda terapkan. Sasaran pemberian pupuk adalah untuk meningkatkan kesuburan tanah sebagai media tempat tumbuhnya tanman. Dengan meningkatnya kesuburan tanah diharapkan kebutuhan unsur hara tanaman akan terpenuhi. Dengan pemberian dosis yang tepat maka proses produksi akan berlangsung secara sempurna dan mendapatkan hasil yang optimal.

Ragam Manfaat Pupuk KCL

Pupuk KCl merupakan salah satu jenis pupuk tunggal dengan kandungan kalium yang tinggi. Pupuk ini biasanya berbentuk kristal dan berwarna merah atau putih. Kandungan Kalium pada pupuk KCl cukup tinggi sekitar 60% daam bentuk K2O dan Klorida (Cl) sebesar 35%. Dengan kandungannya tersebut, penggunaan pupuk KCl untuk jagung akan sangat cocok sebab mampu memenuhi kebutuhan kalium dan baik digunakan pada tanah dengan kadar Klorida yang rendah.

Namun yang perlu anda ketahui bahwa pupuk KCl ternyata tidak cocok digunakan untuk tanaman seperti tembakau, kentang, wortel, dan bawang merah. Hal ini disebabkan tanaman tersebut memiliki sensitifitas terhadap unsur Klodia. Unsur Klorida akan berdampak buruk pada penurunan produksi. Untuk sifatnya sendiri, pupuk KCl bersifat higroskopis, mudah larut dalam air, dan mudah diserap oleh tanaman.

Selain jagung, pupuk KCl juga sangat cocok untuk berbagai jenis tanaman buah, tanaman hias, hortikultura, dan jenis tanaman pangan seperti jagung. Nah, berikut ini beberapa manfaat penggunaan pupuk KCl untuk jagung.

  1. Membantu Batang Tanaman Menjadi Kokoh dan Berdiri Tegak

Manfaat penggunaan pupuk KCl yang pertama adalah menaikkan pertumbuhan jaringan meristem dan mengatur pergerakan stomata. Pupuk ini juga membantu perkembangan akar tanaman sehingga batang tanaman mampu berdiri tegak dan tidak mudah roboh. Oleh sebab itu pupuk ini akan sangat cocok untuk anda yang menginginkan tanaman agar tumbuh besar dan memiliki kualitas yang baik.

  1. Membantu Meningkatkan Hasil Panen

Para petani tentu akan berharap jika hasil panen akan selalu meningkat dari waktu ke waktu bukan? Nah, penggunaan pupuk KCl ternyata dipercaya bisa meningkatkan hasil panen. Hasil panen yang meningkat ini disebabkan oleh meningkatnya resistensi penyakit pada tanaman.

  1. Membantu Tanaman Tahan Terhadap Penyakit

Penggunaan pupuk KCl yang sesuai dengan dosis dan kebutuhan akan membantu tanaman lebih tahan terhadap risiko stress dan kekeringan lho! ketika tanaman stress dan kekeringan bisa menyebabkan tanaman mudah mati sebelum berbuah. KCl juga mampu membentuk dan mengangkut karbohidrat dan berfungsi sebagai katalisator dalam pembentukan protein.

  1. Membantu Meningkatkan Kualitas Tanaman

Fungsi atau manfaat utama yang diharapkan dari penggunaan pupuk KCl adala membantu menghasilkan kualitas tanaman agar lebih baik. Pupuk ini juga mampu membuat hasil panen memiliki ukuran yang lebih besar,lebih berat, dan bahkan lebih manis lho! pokoknya segala aspek menjadi lebih bagus karena kalium bisa membantu proses transportasi glukosa di dalam tanah.

Selain beberapa manfaat yang sudah dijelaskan di atas, penggunaan pupuk KCl untuk tanaman lainnya ternyata sangat beragam seperti berikut.

  • Membantu mekanisme pengaturan osmotic di dalam sel.
  • Membantu proses metabolic dalam sel.
  • Memperkuat perkembangan dan pertumbuhan akar.
  • Membantu proses fisiologis dalam tanaman.
  • Sebagai activator enzim.
  • Membantu penyerapan air dan unsurhara.
  • Mempercepat metabolism unsur nitrogen.
  • Membantu pembentukan pati dan protein.
  • Membantu transportasi hasil asimilasi dari daun ke jaringan tanaman.
  • Mencegah bunga dan buah agar tidak mudah gugur
  • Dan masih banyak lainnya.

Setelah mengetahui penggunaan pupuk KCl untuk jagung beserta dengan manfaatnya yang ternyata sangat luar biasa, kini anda bisa mempraktikkannya dan membuktikannya sendiri. Untuk hasil yang maksimal, pastikan untuk selalu menggunakan pupuk KCl sesuai dengan dosis atau standar dan ketentuan yang berlaku. Penggunaan pupuk yang terlalu banyak atau terlalu sedikit akan mempengaruhi kualitas tanaman. Selamat mencoba dan semoga berhasil.