Penggunaan Pupuk NPK Untuk Jagung

Penggunaan Pupuk NPK Untuk Jagung

Jagung merupakan salah satu komunitas yang kedua selain padi. Dimana jagung ini seringkali dijadikan sebagai bahan pakan maupun pangan. Para petani pun juga banyak yang menanam jagung. Supaya hasilnya bisa melimpah pastinya perlu dilakukan perawatan yang terbaik. Dimana perawatan tanaman jagung ini bisa dilakukan dengan cara pemupukan. Penggunaan pupuk NPK untuk jagung ternyata mampu berpengaruh terhadap perkembangan tanaman tersebut.

Unsur hara N, P dan juga K menjadi unsur hara yang paling dibutuhkan oleh tanaman. Terlebih untuk tanaman jagung yang sangat membutuhkan kehadiran unsur N. unsur tersebut sangat berperan penting terhadap pembentukan hijau daun selama proses fotosintesis. Sedangkan unsur P sangat membantu percepat pembungaan, pemasakan bijinya bahkan juga buahnya. Untuk unsur K berperan sebagai sumber kekuatan tanaman jagung saat menghadapi penyakit maupun kekeringan.

Penggunaan pupuk NPK untuk jagung ini sangatlah berpengaruh terhadap hasil panennya. Dimana pemupukan bisa anda lakukan hanya dengan menebarkan pupuk di bagian atas permukaan tanah. Biasanya sebagian pupuk bakalan menguap bahkan menghilang dan ada sebagian kecil lagi dimanfaatkan oleh tanaman tersebut. Adanya unsur N yang sudah terkandung pada pupuk urea bersifat mobile, mudah sekali menghilang karena adanya penguapan.

Supaya kehilangan pupuk bisa berkurang alangkah baiknya memberikan pupuk dengan cara ditugal dan melakukannya secara bertahap. Pemupukan yang dilakukan dengan cara ditugal ini ternyata mampu tingkatkan hasil jagung baik itu pada lahan sawah yang kering maupun sawah tadah hujan. Pemupukan yang ditempuh dengan cara ditugal bisa menjadikan unsur hara yang berada dalam pupuk mampu terserap dengan baik oleh tanaman secara bertahap sesuai kebutuhan tanaman tersebut.

Dosis penggunaan pupuk NPK untuk jagung paling tepat

Dari hasil penelitian yang sudah ada, pemberian pupuk NPK bisa anda lakukan setidaknya 3 kali baik itu ketika jagung berusia 7,25 bahkan 40 hari setelah tanam. Dengan begitu nantinya produktivitas hasilnya pun bakalan lebih tinggi dibandingkan kita memberikan pupuk sebanyak 2 ataupun 1 kali. Unsur hara P ternyata bergerak begitu lambat dalam tanah jadi pengaplikasikaannya perlu anda lakukan ketika awal pertumbuhan tanaman. Setidaknya saat tanaman jagung berusia 7 hari setelah penanaman. Hal ini perlu dilakukan supaya pupuk bisa terserap dengan baik oleh tanaman secara optimal.

Penggunaan pupuk NPK untuk jagung ini memang harus diperhatikan dengan baik. Karena bagaimana pun juga nantinya bisa berpengaruh besar terhadap hasil tanamannya. Jika kita mampu memberikan pupuk yang tepat maka hasil jagung pun juga melimpah. Kita pun harus bisa memperhatikan dosis pemupukan tanaman jagung yang paling tepat.

Pada umumnya dosis pemberian pupuk yang perlu dilakukan yakni urea sebanyak 200kg/ha ditambah dengan NPK Phonska 200 kg/ha. Pemupukan yang pertama perlu anda lakukan saat tanaman masih berusia 7 hingga 14 hari menggunakan dosis pupuk NPK Phonska sebanyak 200kg/ha ditambah dengan 20% urea sebanyak 40kg/ha. Pemupukan yang kedua perlu dilakukan ketika tanaman jagung berusia 30 hingga 35 hari menggunakan dosis urea sebanyak 160kg/ha.

Pengaplikasian pupuk dengan cara ditugal 5 hingga 10 cm dari batang tanaman. Kemudian pupuk tersebut diletakkan dalam lubang tanam lalu perlu anda tutup menggunakan tanah. Hal tersebut penting sekali dilakukan supaya pupuk nantinya tidak bakalan menguap ataupun menghilang. Pemupukan yang dilakukan ini memang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas jagung para petani. Dimana hasil yang diperoleh bisa mencapai 9,1 ton per hektar jika kita mampu merawat tanaman jagung dengan baik.

Bagaimana pun juga cara maupun dosis penggunaan pupuk NPK untuk jagung ini menjadi hal paling penting untuk diperhatikan. Semoga saja anda yang menanam jagung bisa melakukan perawatan yang baik agar hasil tanamannya bisa melimpah. Dari penjelasan yang sudah ada tadi pastinya dijadikan sebagai  acuan para petani jagung. Dengan hal tersebut produktivitas jagung bakalan semakin meningkat.

Benih jagung manis lokal konon mempunyai kelebihan lebih adaptif terhadap lingkungan. Bahkan dari segi harga juga terbilang lebih murah. Kini pengaturan jarak tanaman sekaligus pemupukan mempergunakan pupuk NPK ini menjadi alternatif terbaik yang harus anda pertimbangkan. Setidaknya hal ini menjadi sebuah usaha dalam peningkatan produksi benih jagung manis. Sebuah penelitian pun juga harus ditempuh dalam hal penentuan jarak tanam bahkan dosis pupuk majemuk yang terbilang optimal dalam produksi benih jagung manis.

Percobaan Pemupukan NPK Pada Tanaman Jagung

Tujuan dari percobaan yang bakalan dilakukan ini tak lain hanya untuk mengetahui respon adanya pengaturan jarak tanam bahkan pemberian pupuk NPK pada pertumbuhan sekaligus produksi tanaman. Jadi anda sebagai petani seharusnya mengerti berapa takaran penggunaan pupuk NPK untuk jagung yang paling tepat. Pemilihan jenis pupuk pun juga perlu diperhatikan supaya hasil panennya nanti bisa melimpah. Perhatikan setiap langkah perawatan yang dilakukan demi melihat pertumbuhan tanaman jagung ini. Penentuan dosis pupuk NPK majemuk paling tepat mampu memberikan dukungan terhadap pertumbuhan bahkan produksi benihnya.

Kini waktu percobaan dilakukan selama kurang lebih 12 hari. Dimana percobaan yang dilakukan yakni menggunakan jarak tanam 75cmx25cm sedangkan yang kedua berjarak 75cmx30cm. untuk dosis pemupukan menggunakan NPK terdiri atas Phonska 300kg/ha ditambah dengan urea 200kg/ha sedangkan dosis kedua mempergunakan Phonska 450kg/ha ditambah dengan 300kg/ha untuk dosis ketiga menggunakan Phonska 600kg/ha ditambah dengan urea 400kg/ha.

Dari hasil penelitian yang sudah ada ternyata kita bisa memperoleh hasil tidak adanya interaksi yang terjadi antara perlakuan jarak tanam sekaligus dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan bahkan produksi benih jagung manis. Jarak tanam yang pertama menjadi jarak tanam paling optimal untuk dilakukan.Dosis penggunaan pupuk NPK untuk jagung pun kini menggunakan 600kg/ha ditambah dengan urea 400kg/ha. Pastinya dengan takaran tersebut mampu menghasilkan hasil panen yang melimpah.

Banyaknya jenis pupuk yang telah hadir ditengah kita memudahkan para petani menentukan sebuah pilihan untuk tanaman mereka. Apalagi tanaman jagung sangat dibutuhkan pupuk yang mampu mendukung pertumbuhan buahnya nanti. Kita pun harus memperhatikan setiap proses yang terjadi apalagi untuk takaran dosis pemberian pupuk. Jangan sampai memberikan pupuk dengan takaran berlebih sebab mampu menjadikan tanaman tumbuhnya kurang maksimal.

Tanaman jagung menjadi salah satu jenis tanaman yang kini menjadi incaran para petani. Terlebih permintaan akan jagung semakin meningkat sebab dijadikan sebagai bahan pangan. Sebagai petani kita seharusnya mampu merawat tanaman jagung dengan baik mulai dari tanam sampai nanti bisa panen melimpah. Hal ini bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilakukan. karena semuanya membutuhkan ilmu banyak agar bisa merawat tanaman jagung dengan baik hingga mampu memperoleh hasil panen yang melimpah.

Tak jarang dari para petani harus mengalami masalah tanaman jagung terserang penyakit. Sehingga mereka harus mencari solusi bagaimana caranya supaya tanaman tersebut bisa kembali bagus pertumbuhannya sampai panen nanti. Masalah pemupukan juga menjadi hal paling penting yang harus diperhatikan. Terlebih untuk permasalahan pemberian dosis pupuk maupun jenis pupuknya. Kita harus paham betul bagaimanakah takaran pupuk  untuk tanaman jagung yang paling tepat hingga menunjang pertumbuhannya. Jangan sampai anda tidak paham akan takaran penggunaan pupuk NPK untuk tanaman jagung ini.