Penggunaan pupuk urea untuk jagung

Penggunaan Pupuk Urea Untuk Jagung Perlu Diperhatikan

Berbicara mengenai jenis pupuk untuk tanaman pastinya ada banyak sekali. Dimana setiap jenis pupuk memiliki kelebihan sekaligus kekurangan tersendiri. Wajar saja jika petani harus cermat menentukan sebuah pilihan. Tanaman jagung menjadi salah satu jenis tanaman yang menjadi andalan para petani Indonesia. Tanaman tersebut seringkali menjadi selingan tanaman padi. Tanaman jagung butuh perawatan agar nantinya bisa tumbuh baik. Penggunaan pupuk urea untuk jagung akhirnya menjadi pilihan terbaik.

Sebetulnya mengurus tanaman jagung itu tidaklah sulit untuk dilakukan. apalagi tanaman tersebut juga jarang terserang oleh penyakit. Hanya saja yang perlu anda perhatikan adalah ketercukupan nutrisi pupuknya. Baik itu pemberian pupuk organik maupun anorganik. Biasanya para petani lebih suka menggunakan pupuk urea.

Jagung adalah komuditas kedua setelah padi sebab jagung dipergunakan sebagai bahan baku pakan dan juga pangan. Kini unsur hara N,P dan K menjadi unsur hara yang sangat dibutuhkan tanaman. Terlebih untuk tanaman jagung ini ternyata butuh sekali unsur N. Cara bahkan waktu pemupukan sangatlah berpengaruh pada hasil panennya. Jika pemberian pupuk dengan menyebarkan pupuk di atas permukaan tanah. Maka hal tersebut bisa membuat sebagian pupuk menguap bahkan hilang sehingga hanya sebagian kecil pupuk saja yang mampu diambil manfaatnya.

Unsur hara N yang berada dalam pupuk urea memang lebih mudah menghilang. Supaya mampu mengurangi kehilangan pupuk tersebut sebaiknya lakukan dengan cara ditugal atau bisa juga dilakukan secara bertahap. Pemupukan melalui cara ditugal ini ternyata bisa tingkatkan hasil panennya. Pemupukan dengan cara tersebut teryata mampu membuat hara yang berada dalam pupuk mudah terserap tanaman.

Menurut penelitian yang ada penggunaan pupuk urea untuk jagung sangat dibutuhkan sekali. Minimalnya dilakukan sebanyak 3 kali yakni ketika berusia 7,25 bahkan 40 hari setelah penanaman. Dengan melakukan hal tersebut maka produktivitas hasilnya pun terbilang semakin tinggi dibandingkan jika memberikan pupuk urea sebayak 2 kali ataupun 1 kali saja. sedangkan unsure hara P bergerak begitu lambat sekali dalam tanah. Jadi pengaplikasiannya ini perlu dilakukan saat awal pertumbuhan tanaman dengan usia 7 hari setelah penanaman. Dengan begitu maka pemberian pupuk pun mampu terserap optimal oleh tanaman.

Pupuk adalah suatu bahan yang bisa diberikan pada tanaman agar kesuburan tanah bisa diperbaiki. Setiap jenis pupuk konon mempunyai kandungan unsur hara, kecepatan kerja bahkan kelarutan yang terbilang berbeda. Jadi penggunaan pupuk urea untuk jagung pun perlu diperhatikan dengan baik. Jangan sampai pemberiannya melebihi takarannya. Pupuk urea memang salah satu jenis pupuk yang paling banyak dipergunakan oleh para petani.

Pupuk urea menjadi salah satu jenis pupuk dengan kandungan nitrogen yang memiliki kadar tinggi sekitar 45% sampai dengan 56%. Unsur nitrogen ini adalah zat hara yang dibutuhkan oleh tanaman. Unsur nitrogen yang berada dalam pupuk urea sangatlah bermanfaat sekali bagi pertumbuhan bahkan perkembangan tanaman. Apalagi untuk tanaman jagung ini pastinya memberikan banyak manfaat.

Dengan pupuk urea pastinya daun tanaman akan terlihat semakin hijau, segar bahkan rimbun. Urea memang masuk dalam deretan pupuk higroskopis jadi mudah sekali menarik uap air. Urea bahkan mudah terlarut dalam air sehingga nantinya akan mudah terserap oleh tanaman.

Manfaat penggunaan pupuk urea untuk jagung

Setelah membahas tentang pupuk urea sekian banyaknya, kini anda pun harus mengerti apa sajakah manfaat  yang didapatkan dari penggunaan pupuk urea untuk jagung ini. Dimana ada banyak sekali kegunaan yang didapatkan. Dari pada penasaran sebaiknya simak penjelasan berikut ini:

  • Menjadikan pertumbuhan daun dan batang lebih maksimal.
  • Pembentukan bunga maupun buah lebih maksimal,
  • Menjadikan jagung bisa tumbuh dengan besar bahkan tidak menua dalam waktu lebih cepat sebab kebutuhan akan asam nukleat sudah tercukupi.

Ternyata cukup banyak juga manfaat yang bisa diperoleh dari penggunaan pupuk urea untuk jagung ini. Semoga saja anda mampu memberikan pupuk sesuai takaran dosis yang ada. Tanaman yang biasanya kekurangan asupan pupuk area, pertumbuhannya kurang maksimal. Dimana daun sekaligus batangnya terlihat menguning. Apalagi produksi buahnya juga tidak maksimal.

Dosis dan waktu pemupukan tanaman jagung

Pemberian dosis pupuk yang berlebihan justru bisa mengakibatkan tanaman semakin rapuh sehingga mudah sekali patah. Proses pembuahan bahkan pembungaan terkesan tidak maksimal bahkan bahayanya lagi jika tanaman begitu mudah terserang oleh hama. Inilah mengapa anda harus mengerti berapakah sebetulnya takaran paling pas penggunaan pupuk urea untuk jagung supaya hasilnya semakin maksimal.

Idealnya pemberian pupuk urea untuk tanaman jagung dilakukan sebanyak 3 kali selama dalam masa tanam. Adapun keterangan mengenai dosis bahkan waktu pemberian pupuk urea untuk jagung yakni:

  • Pemupukan pertama biasanya akan dilakukan ketika tanaman jagung sudah berusia 7 hingga 10 hari. Pemupukan ini dibutuhkan saat masa kecambah. Dosisnya setiap hektar dibutuhkan sekitar 100 kg pupuk.
  • Pemupukan keduanya biasanya dilakukan saat tanaman sudah memasuki usia 28 hingga 30 hari. Dimana pemupukan ini dibutuhkan dalam proses pertumbuhan jagung. Masalah dosisnya untuk per hektar membutuhkan 50 sampai 100 kg pupuk.
  • Pemupukan yang terakhir biasanya bakalan dilakukan saat tanamannya sudah berusia 40 hingga 45 hari. Pemupukan ini sengaja dilakukan untuk pemaksimalan buah jagung. Dosisnya setiap hektar membutuhkan 50 hingga 100 kg.

Selain pupuk urea sebetulnya dibutuhkan juga jenis pupuk lainnya seperti halnya NPK dan Phonska. Para petani seringkali mencampurkan pupuk tersebut dengan pupuk urea. Dimana  takaran dosis pupuk Phonska membutuhkan 15kg setiap 1000 m2. Sedangkan untuk pupuk NPK membutuhkan 150kg setiap hektarnya. Itulah tadi penjelasan mengenai waktu bahkan dosis pemupukan tanaman jagung. Dimana pemupukan yang dilakukan dengan dosis yang tepat mampu memberikan hasil tanaman yang melimpah.

Biasanya untuk proses terakhir perlu dilakukan pengairan sebanyak 5 kali supaya pertumbuhan jagung semakin baik. Tanaman apapun itu memang melalui beberapa fase pertumbuhan. Seperti halnya untuk tanaman jagung ini yang membutuhkan lima fase baik mulai dari jagungnya tumbuh, jagung pembesaran, fase saat berbunga, pembuahan dan yang terakhir ketika sudah masuk dalam masa pematangan biji jagung. Semuanya ini membutuhkan dukungan pemupukan agar nantinya pertumbuhan jagung tidak terhambat hingga mampu memberikan hasil panen maksimal.

Menanam jagung supaya hasilnya bisa maksimal memang butuh perawatan yang tepat. Apalagi untuk masalah pemupukan tanaman perlu diperhatikan jangan sampai dosisnya berlebihan. Kini penggunaan pupuk urea untuk jagung juga memberikan banyak manfaat menarik untuk pertumbuhannya. Mengapa harus merasa ragu memilih pupuk urea jika memang hasil panennya nanti melimpah.

Asalkan anda tetap memperhatikan takaran dosis pemberian pupuk yang tepat. Maka hasil panennya pun juga sesuai harapan kita. Tidak ada salahnya juga memberikan campuran pupuk lain jika memang diperlukan. Tanaman jagung sering ditanam oleh petani saat musim

nya telah tiba. Apalagi kebutuhan akan jagung ini sangatlah tinggi sekali mengingat dijadikan bahan pangan. Inilah mengapa para petani kebanyakan lebih suka menanam jagung dibandingkan lainnya. Apalagi jika beruntung harganya bakalan melambung tinggi jika hasil panennya bagus memenuhi kriteria pasaran.