Penggunaan Pupuk NPK Untuk Sawit

Bermanfaat Sekali, Begini Penggunaan Pupuk NPK Untuk Sawit

Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa saat ini ada banyak sekali jenis pupuk yang bisa dimanfaatkan oleh petani atau pun pekebun. Salah satu pupuk yang sedang populer karena manfaatnya adalah pupuk NPK (Nitrogen, Fosfor, dan Kalium). Karena tingginya penggunaan pupuk NPK untuk sawit, ada baiknya jika Anda juga mulai mengetahuinya.

Ketahui Penggunaan Pupuk NPK Untuk Sawit

Ya, sebagai pekebun kelapa sawit zaman now tidak boleh ketinggalan ilmu pengetahuan. Pupuk NPK sudah terbukti ampuh mengatasi defisiensi berbagai unsur hara di tanah sehingga menyehatkan tanaman. Penggunaan pupuk NPK untuk sawit sudah terbukti bisa meningkatkan keuntungan pekebun sawit Indonesia. Untuk informasi lebih lengkapnya dapat Anda simak di bawah ini:

  1. Pentingnya Pemberian Pupuk NPK untuk Tanaman Kelapa Sawit

Penting sekali bagi pekebun sawit mengetahui mengapa harus memilih menggunakan pupuk NPK dibandingkan lainnya. Ya, walaupun membutuhkan pupuk lain namun penggunaan NPK dibanding lainnya ini lebih baik. Hal ini dikarenakan hal-hal sebagai berikut:

  1. Pupuk NPK mengatasi defisiensi unsur hara di dalam tanah
  2. Pupuk NPK membuat pertumbuhan dan perkembangan kelapa sawit jadi lebih optimal
  3. Pupuk NPK mempercepat masa panen kelapa sawit
  4. Penggunaan Pupuk NPK lebih efisien waktu untuk tanaman kelapa sawit
  5. Dosis Pupuk NPK untuk Tanaman Kelapa Sawit

Setelah mengetahui seperti apa manfaat penggunaan pupuk NPK untuk sawit, kali ini kita akan belajar mengenai dosis. Ya, kita tak boleh sembarangan memberikan pupuk jika ingin hasilnya optimal. Tak usah banyak basa-basi lagi, berikut dosis pupuk NPK untuk tanaman kelapa sawit:

  1. Dosis yang Dianjurkan untuk Pemupukan Pada saat Pembibitan

Dosis pertama yang akan kita bahas adalah pada saat pembibitan. Ya, pemupukan pupuk NPK ini sudah harus dilakukan sejak masa pembibitan berlangsung. Untuk dosisnya masih sangat minim mengingat tumbuhannya masih belum membutuhkan gizi yang banyak.

Pada saat umur bibit 1 sampai 3 bulan atau pada fase pre nursey itu hanya diberikan 2,5 gram/lair/100 bibit/minggu menggunakan NPK 15-15-6-4. Bisa dirata-rata yaitu 10 ml per bibit dalam satu minggunya.

Kemudian, untuk bulan berikutnya yaitu pada usia 4 bulan tidak perlu pemupukan. Namun, mulai diberikan pupuk NPK 12-12-17-2 pada saat usia 5-14 bulan. Untuk lebih jelasnya simak di bawah ini:

  • Bulan ke 5 sebanyak 7,5 g/bibit/bulan dengan kieserit sebanyak 2,5        g/bibit/bulan
  • Bulan ke 6 sebanyak 15 g/bibit/bulan dengan kieserit sebanyak 2,5        g/bibit/bulan
  • Bulan ke 7 sebanyak 25 g/bibit/bulan dengan kieserit sebanyak 5,0        g/bibit/bulan
  • Bulan ke 8 dan 9 sebanyak 30 g/bibit/bulan dengan kieserit sebanyak 5,0 g/bibit/bulan
  • Bulan ke 10, 11 dan 12 sebanyak 35 g/bibit/bulan dengan kieserit sebanyak 7,5 g/bibit/bulan
  • Dan, Bulan ke 14 sebanyak 40 g/bibit/bulan dengan kieserit sebanyak 10,0 g/bibit/bulan

Dosis yang Dianjurkan Pada saat Masa Tanam Kelapa Sawit

Sebelumnya, poin yang satu ini tidak membahas mengenai dosis pupuk NPK namun dosis pupuk Fosfatnya saja. Tapi perlu diketahui juga bahwa fosfat merupakan salah satu unsur pupuk NPK saja dengan lambang P.

Setelah usia kelapa sawit sudah cukup maka bisa langsung dipindahkan ke lahan yang lebih luas. Kelapa sawit yang mulai ditanam ke lahan memerlukan tanah yang lebih netral sehingga membutuhkan unsur fosfor.

Nah, pada masa tanam ini Anda membutuhkan pupuk fosfor sebanyak 500 hingga 750 gram. Dosis itu diberikan setiap lubang tanam kelapa sawit.

  • Pemupukan Tanaman Kelapa Sawit yang Belum Menghasilkan (TBM)

Setelah masuk ke usia 1 hingga 3 tahun, kelapa sawit masih belum bisa menghasilkan. Namun, pada masa ini penting sekali untuk memberikan pupuk NPK yang pas. Ya, ibaratnya manusia, masa ini adalah penentuan apakah setelah tahun ketiga akan berhasil atau tidak. Untuk dosisnya dapat Anda lihat di bawah ini:

  1. Pada saat memasuki fase TBM 0, membutuhkan pupuk NPK 12-12-17-2 sebanyak 1 hingga 1,5 kg/pohon/tahun
  2. Pada saat memasuki fase TBM 1, membutuhkan pupuk NPK 12-12-17-2 sebanyak 1,5 hingga 2 kg/pohon/tahun
  3. Pada saat memasuki fase TBM 2, membutuhkan pupuk NPK 12-12-17-2 sebanyak 2 hingga 2,5 kg/pohon/tahun
  4. Pada saat memasuki fase TBM 3, membutuhkan pupuk NPK 12-12-17-2 sebanyak 2,5 hingga 3 kg/pohon/tahun
  • Pemupukan Tanaman Kelapa Sawit yang Sudah Menghasilkan (TM)

Pada usia setelah 3 tahun biasanya pohon kelapa sawit sudah mulai menghasilkan. Namun, bukan berarti kita turun tangan. Kita harus tetap memberikannya pupuk agar tetap menghasilkan dan memberikan keuntungan bagi pekebun. Untuk dosisnya sebagai berikut:

  1. Untuk Kelas Kesesuaian Lahan (KKL) 1, pada tanaman dengan usia 3 – 8 tahun butuh 4 – 5,5 kg/pohon/tahun. Untuk usia 9 – 14 tahun sebanyak 5,5 – 7,75 kg/pohon/tahun. Dan, untuk usia >14 – 22 sebanyak 4,50 – 6,00 kg/pohon/tahun. Untuk pupuk yang direkomendasikan adalah 13-6-27-4+0,65B
  2. Kemudian, untuk Kelas Kesesuaian Lahan (KKL) 2, pada tanaman dengan usia 3 – 8 tahun butuh 5,5 – 6,5 kg/pohon/tahun. Untuk usia 9 – 14 tahun sebanyak 6,5 – 8 kg/pohon/tahun. Dan, untuk usia >14 – 22 sebanyak 5 – 6,5 kg/pohon/tahun. Untuk pupuk yang direkomendasikan adalah 12-6-22-3
  3. Terakhir, untuk Kelas Kesesuaian Lahan (KKL) III dengan gambut, pada tanaman dengan usia 3 – 8 tahun butuh 6,5 – 7 kg/pohon/tahun. Untuk usia 9 – 14 tahun sebanyak 8 – 9,5 kg/pohon/tahun. Dan, untuk usia >14 – 22 sebanyak 6 – 7,5 kg/pohon/tahun. Untuk pupuk yang direkomendasikan adalah 13 – 8-27-4+0,65B

Cara Pengaplikasian Pupuk NPK untuk Tanaman Kelapa Sawit

Setelah Anda mengetahui dosis yang diperlukan untuk menanam kelapa sawit, Anda juga harus tahu bagaimana cara pengaplikasian yang baik dan benar pupuk NPK ini. Langsung saja kita masuk ke bagian cara pengaplikasiannya berikut ini:

  1. Pada saat Pembibitan

Pada saat pembibitan, pengaplikasiannya sangatlah mudah. Anda cukup membenamkan pupuk ini ke bagian tanah sekitar 3 hingga 5 cm saja.

  • Pada saat TBM (Tanaman Belum Menghasilkan)

Kemudian, pada saat fase TBM atau sekitar 1 hingga 3 tahun Anda bisa memberikannya dengan membenamkan pupuk hingga 10-15 cm saja. Anda juga bisa menaburkannya di sekeliling tanaman.

  • Pada saat TM (Tanaman Menghasilkan)

Karena ukuran pohon sudah tak jauh berbeda pada saat 1 hingga 3 tahun pertama, pada usia 3 hingga seterusnya pemberian pupuk tak jauh berbeda. Anda bisa membenamkan pupuk sedalam 10 hingga 15 cm, atau bisa menaburkannya di sekitar tanaman kelapa sawit.

Itulah beberapa pengetahuan mengenai penggunaan pupuk NPK untuk sawit yang harus kita ketahui bersama. Jangan sampai hanya karena kurang nutrisi hasil panen menjadi kurang memuaskan dan tidak menguntungkan. Semoga informasi di atas bisa bermanfaat khususnya Anda pekebun kelapa sawit!