Rekomendasi Jenis Pupuk Kelapa Sawit yang Bagus

Ketika kamu menjalankan perawatan perkebunan sebuah kelapa sawit, maka kamu tidak akan bisa lepas dari yang namanya pupuk. Hal ini karena sawit butuh pupuk untuk bisa tumbuh dengan maksimal hasilnya. Yuk, simak apa saja jenis pupuk kelapa sawit yang biasanya digunakan dalam perawatannya.

Pentingnya Pupuk untuk Sawit

Kegiatan pemupukan memang tidak lepas dari perawatan. Dimanapun dan apapun tanamannya, diperlukan pemupukan agar hasilnya maksimal. Apalagi, jika kamu menanam sawit, Kira-kira apa ya pentingnya jenis pupuk kelapa sawit?

  1. Menambah Unsur yang Dibutuhkan Tanaman Sawit

Pertama, pentingnya pupuk untuk tanaman sawit adalah dapat menambah unsur yang diperlukan pada tanah. Biasanya, pupuk memang dipilih berdasar tanamannya. Namun, unsur yang ada di dalam tanah juga tidak kalah pentingnya lho.

  • Menyeimbangkan Unsur Hara

Kedua, pentingnya jenis pupuk kelapa sawit adalah dapat menyeimbangkan unsur hara di dalam tanah. Pasalnya, ketika unsur hara tanah menjadi sedikit, maka pertumbuhan tanaman dapat terganggu. Akibatnya, kamu bisa gagal panen. Alhasil, menambah pupuk dapat menambah unsur hara di dalamnya sehingga kesuburan tanah terjaga.

  • Agar Hasil Panen Optimal

Terakhir, manfaat adanya jenis pupuk kelapa sawit yang harus kamu ketahui adalah hasil dapat dipanen secara optimal. Seperti yang kita tahu, cukup sulit untuk menumbuhkan kelapa sawit dalam kondisi terbaiknya. Oleh karena itu, adanya pupuk dapat membuat kelapa sawit tumbuh optimal. Alhasil, panennya pun banyak dengan hasil laba melimpah.

Jenis Pupuk Kelapa Sawit

Ada bermacam-macam jenis pupuk kelapa sawit yang harus kamu ketahui. Selain memang jenisnya beragam, kegunaannya pun juga demikian. Jadi, kamu tidak bisa asal memilih satu kandungan di dalam pupuk saja. Pasalnya, kamu harus menyesuaikan manfaat terhadap tanah dan tumbuh kembang tanamannya.

Pada dasarnya, ada dua jenis pupuk kelapa sawit yang kerap dipilih, yakni pupuk tunggal dan pupuk majemuk. Perbedaan keduanya terletak di kandungannya. Pupuk tunggal dikenal memiliki 1 kandungan saja, yakni Urea dengan dominasi unsur N. Sementara itu, pupuk majemuk terdiri dari KCl dimana yang paling dominan adalah unsur K.

Dilihat dari sisi proses produksinya, pupuk majemuk dibuat dari campuran macam-macam pupuk tunggal. Jadi, ketika sebuah pupuk majemuk NPK dibutuhkan, maka pupuk tersebut bisa dibuat dari campuran Urea, RP, dan KCl. Penasaran apa saja kira-kira macam-macam jenis pupuk kelapa sawit yang harus kita bahas?

  1. Pupuk yang Mengandung Nitrogen (N)

Jenis pertama dari pupuk sawit adalah pupuk dengan kandungan unsur N alias Nitrogen. Kandungan ini sering berwujud berupa bulir / granula dan juga bisa berwujud kristal. Pupuk N ini kemudian dibagi kembali dengan beberapa jenis, antara lain Urea dan Pupuk ZA. Apa perbedaannya?

Dengan berdasar kepada SNI 2801:2010, Urea memiliki kandungan Nitrogen paling banyak. Adapun bentuknya berupa granula yang mana berbeda dari Pupuk ZA. Dengan bentuk berupa kristal, pupuk ini mengandung banyak Nitrogen dan Belerang (S). Maka tidak heran, nama lain dari Pupuk ZA adalah Ammonium Sulfat.

  • Pupuk yang Mengandung Fosfor (F)

Jenis kedua dari pupuk sawit yang harus kamu ketahui adalah pupuk yang mengandung Fosfor (F). Jenis pupuk kelapa sawit ini sering banget dipilih untuk merabuk tanaman kelapa sawit. Adapun jenis-jenis pupuk mengandung F ini dibuat beragam lagi. Sebut saja, Pupuk Rock Phosphate (RP), Pupuk Triple Super Phosphate (TSP), dan Pupuk Super Phosphate 36% (SP36).

Untuk Pupuk Rock Phosphate (RP), kandungan unsur P yang dimilikinya mencapai 32%. Kandungan yang tinggi ini membuat RP sering juga disebut pupuk batuan alam fosfat. Pupuk ini sendiri sering berbentuk powder, granular, dan butiran.

Untuk Pupuk Triple Super Phosphate (TSP), kandungan fosfornya juga cukup tinggi. Berbentuk granular, rupanya pupuk ini dapat terbentuk dari reaksi Pupuk RP dengan Asam fosfat. Alhasil, muncullah senyawa baru dimana akhirnya menjadi TSP.

Adapun untuk Pupuk Super Phosphate 36% (SP-36), bentuk yang dimilikinya adalah butiran. Sama dengan RP maupun TSP. Namun, kandungan Fosfor yang dimilikinya tidak setinggi RP. Pupuk ini pada dasarnya terbentuk dari campuran Asam Sulfat dan Asam Fosfat.

  • Pupuk yang Mengandung Kalium (K)

Jenis pupuk kelapa sawit yang harus kamu ketahui adalah pupuk yang mengandung Kalium atau unsur K. Pupuk ini juga banyak sekali beredar di pasaran. Beberapa contohnya adalah pupuk KCl atau Kalium klorida dengan pupuk mop atau Muriate of potash. Adapun bentuk dari pupuk berunsur K ini adalah butiran dan serbuk.

  • Pupuk yang Mengandung Magnesium (Mg)

Jenis pupuk kelapa sawit yang harus kamu ketahui adalah pupuk dengan kandungan Magnesium atau unsur Mg. Kandungan ini asalnya berupa dari pupuk kieserite dan pupuk dolomite. Tentunya, pupuk dengan kandungan unsur Mg ini juga cocok banget untuk pemupukan kelapa sawit.

Perbedaan antara pupuk dolomite dengan kieserite terletak dari bahan mineralnya. Jika dolomite berasal dari reaksi kalsium dengan magnesium, maka kieserite berasal dari reaksi belerang dengan magnesium.

  • Pupuk yang Mengandung Kalsium (Ca)

Jenis selanjutnya dari pupuk sawit yang harus kamu ketahui adalah pupuk dengan kandungan Kalsium atau unsur Ca. Unsur ini merupakan senyawa yang banyak digunakan dalam pemupukan. Pasalnya, Ca merupakan kapur alami yang sifatnya basa sehingga mampu banget untuk mengubah derajat keasaman dari sebuah tanah.

Proses pembuatannya juga cukup mudah. Pasalnya, unsur Ca ini bisa didapat dari gabungan kapur pertanian dengan pupuk dolomite. Sudah tentu, kualitas yang dimilikinya pun unggulan dalam hal pemupukan.

  • Pupuk yang Mengandung Boron (B)

Jenis ke enam dari pupuk tunggal yang harus kamu ketahui adalah pupuk yang mengandung Boron atau unsur B. Pupuk ini sering juga disebut sebagai pupuk borat. Berbentuk tepung, bahan ini sangat mudah untuk dicurahkan.

  • Pupuk yang Mengandung Tembaga (Cu)

Jenis ke tujuh dari pupuk tunggal yang harus kamu ketahui adalah pupuk yang mengandung Tembaga atau unsur Cu. Pada umumnya, pupuk dengan kandungan Cu memiliki ambang batas 8% dari pupuk NPK. Selain itu, syarat mutu pupuk ini juga tidak ditemukan sehingga akan lebih mudah digunakan.

  • Pupuk yang Mengandung Seng (Zn)

Jenis berikutnya dari pupuk tunggal yang harus kamu ketahui adalah pupuk dengan kandungan Seng atau unsur Zn. Sayangnya, pupuk ini belum mempunyai penentuan kualitas dari nilai rujukan. Hal ini sama dengan apa yang dialami oleh pupuk Cu. Adapun untuk batas toleransinya adalah 8% dari nilai toleransi pupuk NPK.

  • Pupuk Majemuk

Terakhir, jenis pupuk kelapa sawit yang harus kamu ketahui adalah pupuk majemuk. Selain dari pupuk tunggal, banyak juga petani sawit yang menggunakan jenis pupuk ini. Pasalnya, pupuk majemuk memiliki nutrisi yang ternyata tidak kalah dari pupuk tunggal yang hanya memiliki 1 kandungan.

Demikian ulasan menarik mengenai apa saja jenis pupuk kelapa sawit yang biasanya digunakan dalam perawatan perkebunannya. Sekali lagi, memilih pupuk yang tepat sangat penting agar tanaman sawitmu terjaga hasil panennya. Semoga ulasannya bermanfaat untuk kamu dan bisnis perkebunanmu ya.