pupuk kcl organik

Pupuk KCl Organik? Begini Cara Pembuatannya!

Pupuk KCl Organik- Seperti yang sudah banyak diketahui, pupuk pada umumnya dibagi menjadi dua jenis. Jenis pupuk organik yang terbuat dari bahan alami. Dan jenis anorganik yang terbuat dari bahan kimia.

Salah satu jenis pupuk anorganik atau kimia yaitu pupuk KCl. Pupuk jenis ini terdiri atas dua unsur yaitu unsur K (Kalium) dan Cl (Clorida). Pupuk KCl merupakan pupuk buatan yang mengandung unsur hara sekitar 60 persen. Bisa dikatakan, unsur hara pada pupuk KCl cukup tinggi.

Pupuk KCl yang beredar di pasaran biasanya berbentuk kristal dan berwarna merah. Pupuk ini banyak digunakan untuk padi, tanaman buah, atau sayuran. Kandungan tinggi Kalium-nya serta unsur Clorida-nya diklaim dapat meningkatkan kualitas dan produktivitas tanaman.

Namun pernahkah Anda mendengar jenis pupuk KCl organik? Pupuk yang kerap disebut sebagai pupuk anorganik menjadi jenis pupuk organik. Agar tidak ketinggalan informasi, simak artikel berikut.

Apa Itu Pupuk KCl Organik?

Bagi sebagian orang, pupuk KCl merupakan jenis pupuk anorganik. Pupuk KCl selama ini masuk dalam jenis pupuk anorganik atau pupuk kimia. Banyak yang belum tahu bahwa ada pupuk  KCl ternyata juga ada yang berjenis organik.

Pupuk KCl organik itu pupuk dengan kandungan Kalium Clorida yang dibuat dari bahan alami. Pupuk ini memanfaatkan bahan alami yang mengandung kalium organik yang tinggi. Beberapa bahan alami tersebut di antaranya yaitu sabut kelapa, sawit atau air kelapa, dan rebung.

Adanya pupuk KCl ini bisa jadi alternatif untuk para petani. Pupuk KCl anorganik sendiri relative lebih mahal jika dibandingkan pupuk jenis lainnya. Dengan mengetahui cara pembuataanya, para petani bisa memangkas biaya pemupukan.

Misalnya saja, sabut kelapa. Salah satu bahan yang sering dipakai untuk pembuatan KCL organik yaitu sabut kelapa. Sabut kelapa kerap kali dibuang tanpa bisa dimanfaatkan. Beberapa penjual kelapa biasanya menjual sabut kelapa dengan harga yang murah. Anda bisa memanfaatkannya untuk membuat KCl organik di rumah.

Cara pembuatan pupuk KCL ini hampir sama dengan pembuatan pestisida nabati atau yang lebih dikenal dengan PESNAB. Bahan organik yang akan dijadikan pupuk harus diuraikan terlebih dahulu melalui proses fermentasi. Barulah pupuk dapat diaplikasikan pada tanaman.

Jika dibandingkan, pupuk KCL anorganik dengan organik masing-masing memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing. Perbandingannya dapat dilihat pada penjabaran berikut.

  • Berdasarkan efektivitas waktu

Dibandingkan dengan Kcl organik, petani lebih memilih pupuk KCl anorganik. Salah satu alasannya yaitu karena efektivitas waktunya. Membuat pupuk organik membutuhkan waktu yang cukup lama.

Pembuatan pupuk KCl sendiri membutuhkan waktu minimal 15 hari. Jika petani tidak menyiapkan dari awal, pada waktu pemupukan, KCL organik tidak bisa dipakai. Berbeda dengan pupuk KCl anorganik yang cenderung lebih praktis. Ada beberapa merk pupuk KCl yang dijual di pasaran. Petani bisa langsung membelinya di toko-toko pertanian.

  • Berdasarkan biaya yang dihabiskan

Pupuk KCl anorganik menjadi salah satu andalan para petani. Pupuk tersebut memberikan hasil yang cukup memuaskan pada tanaman. Namun di antara pupuk jenis lainnya, pupuk KCl disebut lebih mahal. Hal tersebut tentunya menjadi pertimbangan sendiri untuk para petani.

Pupuk KCl organik bisa jadi alternatif untuk petani. Pasalnya untuk pembuatan KCl organik hanya membutuhkan satu bahan dasar. Sabut kelapa, air kelapa, atau rebung. Bahan-bahan tersebut bisa ditemukan dengan mudah dan dengan harga yang relatif murah.

  • Berdasarkan tingkat keberhasilan

Tidak memungkiri bahwa KCl organik masih dianggap sebelah mata oleh para petani. Hal tersebut wajar sebab pupuk KCl yang dijual di pasaran sudah tentu telah melewati tes uji. Sehingga tingkat keberhasilannya dianggap lebih tinggi.

Namun berdasarkan hasil penelitian, KCl organik ini dalam memacu produktivitas tanaman padi hingga 15 %. Hal tersebut dikarenakan adanya  kandungan K2O sebanyak 3-5 %.

Penelitian tersebut bisa dijadikan acuan untuk para petani yang ingin memulai menggunakan pupuk KCl organik. Di samping mempertimbangkan tingkat keberhasilan, para petani bisa lebih memilih pupuk organik yang lebih ramah lingkungan.

Beberapa penjabaran di atas, sedikitnya bisa memberi gambaran kepada petani mengenai pupuk KCl organik. Untuk lebih jelasnya, setidaknya petani harus mengetahui cara pembuatan KCl organik.

Cara Pembuatan Pupuk KCl Organik Dan Penggunaannya

Seperti pembuatan pupuk organik pada umumnya, pembuatan KCl organik melalui proses fermentasi. Hal ini bertujuan untuk proses penguraian bahan organik.

Untuk proses fermentasi, Anda bisa menggunakan EM4 (effective mikroorganisme) atau mikroorganisme lokal. EM4 diklaim bisa mengurangi menetralisasi bau dari pupuk, disamping juga mempercepat proses fermentasinya.

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah langkah-langkah pembuatan pupuk KCl organik.

Langkah 1: Persiapkan bahan-bahan

Bahan dan alat  yang dibutuhkan dalam pembuatan KCl organik yaitu:

  1. Sabut kelapa 25 kg
  2. Air 40 liter
  3. Drum bekas
  4. Pisau
  5. EM4 (opsional)

Anda bisa memilih menggunakan bahan EM4 sebagai pembantu proses fermentasi ataupun tidak menggunakannya. EM4 bersifat opsional dalam pembuatan KCl organik.

Langkah 2: Cara membuat KCl organik

  1. Pisahkan sabut kelapa dari kulitnya kemudian potong kecil-kecil atau dicacah
  2. Masukkan sabut kelapa yang sudah dipotong ke dalam drum
  3. Siram sabut dengan air kurang lebih 40 liter sampai semua sabut terendam air
  4. Jika Anda menggunakan tambahan EM4, bahan tersebut bisa dituangkan langsung dalam drum. Aduk sampai tercampur rata
  5. Tutup rapat drum tersebut dan diamkan 15 -20 hari
  6. Pada hari ke 16 mulai lakukan pengecekan pupuk. Jika air rendaman berubah warna kuning kehitaman, maka pupuk sudah hampir jadi
  7. Tunggu sampai air menjadi kehitaman dan jadilah KCl organik.

Langkah 3: Cara penggunaan KCl organik

Setelah KCl organik berhasil dibuat, Anda juga perlu mengetahui cara pengaplikasikan yang tepat. Penggunaan pupuk KCl organik ini perlu ditambahkan dengan air dengan perbandingan 3:1/pupuk :air. Namun untuk tanaman padi, akan lebih baik jika tidak perlu ditambahkan air. Dan diaplikasikan saat fase berbuah.

Anda bisa langsung menyemprotkan pupuk pada daun atau pada lubang tanam agar penyerapan unsur K lebih optimal. Lakukan pemupukan selama kurang lebih 2 kali pada masa tanam. Anda bisa menggunakannya sebagai pupuk dasar ataupun susulan.

Pupuk KCl organik bisa dipakai berulang-ulang sampai unsur K habis. Warna kehitaman pada sabut kelapa yang direndam adalah tanda bahwa terdapat unsur Kalium. Anda bisa menambahkan air pada sabut kelapa secara berulang sampai air tidak lagi berwarna hitam.

Pembuatan pupuk KCl ternyata tidak sulit, bukan? Pemilihan pupuk organik dan anorganik memang kerap menjadi perbincangan. Dengan kualitas yang baik dan tidak meninggalkan kerusakan bagi alam, KCl organik bisa jadi pilihan tepat untuk para petani. Terlebih dengan biaya pembuatan yang relatif murah. Itulah sedikit informasi mengenai pupuk KCl organik. Semoga bermanfaat.