Pupuk Sawit

Mengenal Jenis Pupuk Sawit Dan Manfaatnya Untuk Perkebunan Sawit

Pupuk memiliki banyak jenis dengan manfaat yang berbeda bagi tiap tanaman. Salah mengaplikasikan pupuk bisa menjadi masalah besar bagi tanaman. Dari gagal panen hingga merusak lingkungan. Terlebih untuk beberapa tanaman yang membutuhkan pupuk kompleks.  Misalnya seperti kelapa sawit. Seperti yang telah diketahui, perkebunan kelapa sawit memiliki peran penting di dunia. Tanaman penghasil minyak ini telah memberikan kontribusi besar dalam menunjang perekonomian Indonesia. Kualitasnya tergantung dengan pupuk sawit yang dipakai.

Penurunan kualitas atau produktivitas perkebunan sawit tidak hanya akan merugikan para petani sawit. Tetapi juga memperngaruhi sektor ekonomi masyarakat dan pemerintahan. Itulah alasannya pengetahuan mengenai pupuk mutlak harus dikuasai petani.

Salah satu pupuk yang perlu diketahui petani yaitu pupuk sawit. Pupuk sawit merupakan beberapa jenis pupuk yang digunakan untuk pemupukan perkebunan sawit.

Tanaman kelapa sawit membutuhkan beberapa unsur yang harus dipenuhi. Dengan dilakukan pemupukan, unsur hara akan terpenuhi. Tanaman sawit juga bisa tumbuh dengan optimal. Untuk lebih jelasnya berikut penjelasan mengenai pupuk sawit untuk tambahan informasi Anda.

Apa Itu Pupuk Sawit?

Pupuk sawit adalah beberapa jenis pupuk yang digunakan untuk pemupukan tanaman sawit. Untuk dapat tumbuh optimal, tanaman kelapa sawit membutuhkan beberapa unsur dominan maupun tambahan. Produktivitas maupun kualitas tanaman sawit perlu diperhatikan. Mengingat perkebunan sawit menjadi salah satu penunjang ekonomi Negara.

Perkebunan sawit sendiri membutuhkan pupuk yang cukup kompleks.  Ada beberapa unsur dalam pupuk sawit yang dibutuhkan dalam pertumbuhan tanaman sawit. Beberapa unsur tersebut terbagi menjadi 3 golongan yaitu unsur mikro, unsur semi makro, dan unsur makro.

Golongan unsur mikro pupuk sawit adalah bagian unsur yang dibutuhkan tanaman sawit dalam jumlah yang sedikit. Jenis unsur mikro tersebut yaitu Besi (Fe), Boron (B), Mangan (Mn), Molibdenum (Mo), Tembaga (Cu), dan Seng (Zn).

Selanjutnya golongan unsur semi mikro.  Unsur semi mikro yang dibutuhkan untuk tanaman sawit yaitu unsur Clorida (Cl) dan unsur belerang atau Sulfur (S).

Golongan unsur yang ketiga yaitu unsur makro. Unsur makro merupakan unsur yang dibutuhkan tanaman sawit dalam jumlah yang banyak. Beberapa jenis yaitu unsur Kalsium (Ca), unsur Nitrogen (N), unsur Kalium (K), Fosfor (P), dan unsur Magnesium (Mg).

Ketiga golongan unsur tersebut dapat diperoleh dari pupuk sawit organik maupun nonorganik. Meskipun beberapa unsur tersebut dibutuhkan tanaman sawit, penggunaan dosis pupuk juga perlu diperhatikan. Perhatikan jenis tanah dan kebutuhan tanaman. Baru kemudian sesuaikan dengan pupuk yang akan diaplikasikan.

Apabila tanah di area perkebunan mengandung unsur hara yang cukup, maka sebaiknya gunakan pupuk sawit organik. Sebaliknya, jika tanah mengandung sedikit unsur hara, akan lebih baik jika menggunakan pupuk sawit anorganik. Metode tersebut diklaim dapat meningkatkan kesuburan tanah dan mencegah dari kerusakan tanah.

Jenis Pupuk Sawit Dan Manfaatnya

Setelah mengetahui beberapa jenis unsur yang dibutuhkan tanaman sawit, Anda juga perlu mengetahui manfaat tiap unsur. Dengan begitu penggunaan pupuk bisa tepat sasaran dan hasil optimal. Berikut adalah penjelasan unsur jenis pupuk sawit dan manfaatnya.

  • Unsur hara Nitrogen (N)

Unsur hara Nitrogen (N) merupakan salah satu unsur makro yang dibutuhkan tanaman sawit dalam jumlah yang banyak. Unsur ini cukup penting dalam pengaruh pertumbuhan tanaman. Jika sawit kekurang unsur N pertumbuhan akan terhambat. Tumbuhan akan menjadi kerdil dan daunnya tampak tidak sehat. Pupuk dengan kandungan unsur hara Nitrogen (N) yaitu pupuk ZA dan Urea.

  • Unsur hara Magnesium (Mg)

Masih tergolong sebagai unsur makro, penjelasan unsur selanjutnya yaitu unsur hara Magnesium (Mg). Tanaman yang kekurang unsur Mg mungkin tidak tampak secara fisik. Akan sebenarnya cukup berdampak bagi tumbuhan sawit.

Kekurangan unsur hara Magnesium (Mg) menjadikan tanaman kesulitan dalam proses fotosintesis. Anda dapat melihat tandanya melalui ujung daun kelapa sawit di bawah sinar matahari. Jika warna ujung daun berwarna kekuningan, bisa dipastikan bahwa tumbuhan tersebut kekurangan unsur Mg. Sumber unsur hara Magnesium (Mg) dapat Anda temukan pada pupuk Dolomit atau Kieserit.

  • Unsur hara Tembaga (Cu)

Unsur hara Tembaga (Cu) merupakan golongan unsur hara mikro. Unsur yang hanya dibutuhkan tumbuhan dalam jumlah yang sedikit. Meskipun dibutuhkan dalam jumlah sedikit, keberadaan unsur ini sangat diperlukan bagi tumbuhan, khususnya tanaman sawit.

Unsur Cu sangat bermanfaat untuk tumbuhan sawit. Di mana perannya yaitu untuk mempercepat reaksi fisiologi tanaman. Di samping juga sebagai pembentuk zat hijau daun (klorofil).

Kekurangan unsur hara Tembaga (Cu) mengakibatkan tanaman sawit mengering dan lama kelamaan akan mati. Biasanya masalah ini kerap ditemukan pada perkebunan kelapa sawit di area tanah gambut. Untuk itu, Anda harus memastikan tumbuhan tidak kekurangan kandungan Cu. Sumber unsur hara Tembaga (Cu) sendiri dapat ditemukan pada CuSO4.

  • Unsur hara Seng (Zn)

Sama halnya unsur Cu, unsur hara juga masuk golongan unsur mikro. Kekurangan unsur hara ini dapat menyebabkan jaringan tanaman mati.

Unsur hara Seng (Zn) sendiri memiliki berperan sebagai mengaktifkan enzim yang berhubungan dengan produksi tanaman. Seng (Zn) juga memacu hormon pertumbuhan bagi tanaman. Keberadaannya cukup penting bagi tumbuhan meski dibutuhkan dalam jumlah sedikit.

Kekurangan kandungan unsur hara Seng (Zn) biasa ditemukan pada tanah gambut. Hal ini perlu diperhatikan bagi petani yang memiliki perkebunan kelapa sawit di tanah gambut.

  •  Unsur hara Boron (B)

Unsur hara Boron (B) masuk dalam golongan mikro. Unsur yang diperlukan tumbuhan dalam jumlah sedikit namun sangat penting. Unsur hara Boron (B) bermanfaat untuk kembang dan tumbuhnya anak daun. Biasanya, tanaman sawit yang kekurang unsur B cenderung memiliki daun yang kecil. Hal itu tentunya akan mempengaruhi hasil panen dari kelapa sawit sendiri.

Manfaat unsur hara Boron (B) lainnya yaitu sebagai penyokong protein dan karbohidrat untuk tanaman. Dan kemampuannya untuk menyusun gula untuk tanaman sawit. Anda bisa menemukan kandungan unsur hara B pada boraks.

  • Unsur hara Fosfor (P)

Kembali ke golongan unsur hara makro, jenis pupuk sawit selanjutnya yaitu Fosfor (F). Kandungan unsur ini sangat dibutuhkan tanaman sawit untuk pertumbuhannya. Manfaatnya bagi tanaman yaitu meningkatkan kualitas buah kelapa sawit. Selain juga membuat akar dan batang lebih kurang.

Kekurangan unsur hara Fosfor (P) dapat dilihat pada tanaman yang tampak kerdil. Daun tanaman juga pucat agak kehitaman. Tentunya jika tidak atasi, bisa menyebabkan gagal panen. Sumber unsur hara ini dapat ditemukan pada Rock Phosphat, TSP, dan SP-18.

Selain mengenal jenis dan manfaat pupuk sawit, dosis dan cara pengaplikasikan juga harus diperhatikan. Beberapa pemupukan pada tanaman sawit tidak membuahkan hasil lantaran tidak tepat guna. Untuk itu, carilah informasi sebanyak mungkin.

Itulah penjelasan mengenai pupuk sawit dari pengertian dan jenisnya. Semoga bermanfaat untuk Anda.