Cara Pemupukan Sawit

Cara Pemupukan Sawit yang Efektif, Efisien dan Ramah Lingkungan

Kelapa sawit merupakan salah satu tanaman unggulan yang berkembang baik di Indonesia. Untuk menunjang pertumbuhan dan produktivitas saat pemanenan, cara pemupukan sawit juga harus diperhatikan. Mengingat setiap tanaman memang membutuhkan dosis dan takaran yang harus sesuai dengan nutrisi kebutuhannya. Dengan tercukupinya asupan makanan pada setiap tanaman, perkembangannya pun dipastikan berlangsung bagus sampai masa panen.

Pada setiap tanaman perkebunan, pemupukan memang harus dilakukan untuk menambah unsur hara. Sehingga penyerapan kebutuhan tanaman untuk proses pertumbuhan akan semakin maksimal. Pemupukan yang berimbang dan efektif, juga akan membuat tandan buah menjadi segar. Sejauh ini kebutuhan unsur hara pada tanaman kelapa sawit memang sangat rendah. Setiap petani harus melakukan pemupukan secara efektif dan efisien untuk mendapatkan hasil panen yang memuaskan.

Langkah Sebelum Pemupukan Tanaman Sawit

Teknik dan cara pemupukan sawit yang benar akan semakin memaksimalkan penyerapan nutrisi. Setiap unsur hara yang terdapat pada setiap tanah yang di digunakan untuk tumbuh tanaman sawit harus terpenuhi. Sebaliknya apabila teknik pemupukan tidak berjalan maksimal, bisa bisa saja akan mempengaruhi perkembangan tanaman sawit. Petani juga akan merasakan kerugian besar karena sudah menganggarkan biaya pengeluaran yang cukup besar.

Untuk itu sebelum melakukan pemupukan ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh para petani, antara lain:

  • Pembersihan gulma

Sebelum melakukan proses pemupukan tanaman sawit, para petani harus membersihkan semua tanaman gulma yang terdapat di area pertumbuhan tanaman sawit. Proses ini bertujuan untuk mengurangi persaingan penyerapan unsur hara serta sanitasi pupuk yang diberikan. Apabila tanaman gulma sudah bersih, proses penyerapan unsur hara tanaman sawit akan menjadi lebih maksimal.

  • Pembuatan Area Sebaran Pupuk

Proses berikutnya adalah pembuatan area sebaran pupuk di sekitar tanaman sawit. Tujuannya untuk membuat jalan yang bisa memaksimalkan penebaran pupuk pada setiap tanaman sawit. Rencanakan penanaman bibit yang benar, dengan jarak yang sesuai maka kebutuhan unsur hara yang diberikan akan mencukupi semua wilayah penanaman sawit.

Setelah pembersihan area tanaman sawit dari gulma yang menyebabkan berkurangnya unsur hara, maka langkah berikutnya adalah pemupukan yang sesuai dengan kebutuhan tanaman. Kandungan pupuk yang terbaik memang harus mengandung komposisi kebutuhan tanaman sawit seperti natrium, fosfor, belum, baron dan magnesium.

Jenis pupuk yang bisa diberikan seperti pupuk NPK, Urea, TSP, dan lainnya. Untuk mendapatkan hasil terbaik tanaman sawit, berikut ini beberapa cara pemupukan yang baik.

Cara Pemupukan Sawit yang Efektif

Cara pemupukan sawit yang efektif memang harus sesuai dengan konsep yang benar. Dasar yang bisa digunakan sebagai pertimbangan ketika menentukan jenis pupuk yaitu defisiensi kandungan hara pada areal pertanaman kelapa sawit, umur tanaman, kondisi lahan serta harga pupuk yang digunakan.

Sedangkan cara yang tepat pemupukan supaya tidak memberikan dampak buruk bagi lingkungan antara lain berikut ini.

  1. Pemupukan Sesuai Usia Pohon

Cara pemupukan memang harus menyesuaikan dengan usia pohon sawit. Karena dari setiap usia kandungan pupuk yang diberikan juga tidak boleh sama. Alasannya adalah untuk menyetabilkan kondisi tumbuhan dengan unsur yang akan diserapnya. Berikut ini acuan pemberian pupuk berdasarkan usia pohon sawit.

  • Usia pohon 0-3 tahun, pupuk yang dipakai adalah pupuk urea. Dosis takaran yang diberikan 0.4-0.4 setiap tanaman dan pemberiannya 2 kali selama setahun.
  • Usia pohon 3 tahun, pupuk yang dipakai adalah pupuk urea. Dosis takaran pemberian 2-2.5 kg. Proses pemupukan 2 kali selama setahun.
  • Pemupukan Sesuai Penyebarannya

Pemberian pupuk juga harus memperhatikan jarak pohon sawit karena berkaitan langsung dengan penyebarannya kelelahan. Bagi petani yang menggunakan pupuk dengan kandungan natrium, penyebaran harus berada di luar piringan dengan jarak sebar 50 cm.

Sedangkan bagi para petani yang ingin menaburkan bubuk dengan kandungan fosfor, magnesium dan kalium, cara penyebaran pupuk harus kita 1-3 meter. Penentuan lokasi penyebaran sangat mempengaruhi kapasitas zat hara yang akan diserap oleh tanaman.

Jika disebar tanpa mengukur batasan jarak tentu saja akan mempengaruhi bahkan merusak tanaman sawit. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, silakan mengukur jarak penyebaran pupuk dengan memperhatikan kondisi area penanaman sawit.

  • Membersihkan Area Pemupukan

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam pemupukan tanaman sawit, setiap petani memang harus membersihkan dulu setiap bagian piringan sawit. Lokasi ini sangat mempengaruhi kemampuan tanaman untuk menyerap zat hara yang ditaburkan pada area.

Biasanya setiap tanaman disediakan bulatan khusus untuk menampung pupuk yang disebarkan pada area penanaman. Jika terdapat tanaman lain Lebih baik dibersihkan karena kapasitas pemberian pupuk akan berkurang jika diserap tanaman tersebut.

  • Perhatikan Tempat Penaburan

Untuk penyebaran pupuk juga harus sesuai dengan area yang tepat. Jangan sampai asal dalam menyebarkan pupuk, karena tanaman akan sulit menyerap pupuk sudah ditaburkan. Area terbaik yang cocok digunakan untuk penyebaran pupuk yaitu pada kepalan sawit. Pada area tersebut akar rambut akan semakin cepat menyerap kapasitas dan dosis pupuk yang diberikan.

Setiap tempat akan menentukan dosis pupuk yang diberikan untuk merangsang pertumbuhan tanaman. Silakan memastikan jika dosis pupuk yang diberikan. Pastikan sesuai dengan kapasitas dan ukuran tanaman yang telah ditetapkan dari usia sawit saat itu.

  • Perhatikan Area Penyebaran

Pertumbuhan tanaman sawit akan semakin maksimal jika penyebaran pupuk minimal sesuai dengan tempatnya. Hari-hari yang tepat untuk menyebarkan adalah menaburkan pada pinggiran saluran air, gundukan tempat tanaman sawit tumbuh, dan pada bagian tanah yang digunakan untuk perkembangan tanaman.

Selain itu pemberian pupuk juga bisa dengan sistem pemasukan pupuk ke dalam tanah. Atau juga bisa melarutkan pupuk dengan menggunakan air sehingga cepat diserap oleh tanaman secara langsung.

  • Memilih Waktu yang Sesuai

Cara pemupukan sawit memang harus sesuai dengan waktunya. Selama ini pemberian pupuk akan maksimal jika disebarkan pada saat musim hujan. Musim ini cocok karena tekstur tanah memang lebih basah dan lembab. Sehingga tanaman sawit akan mudah menyerap semua kandungan nutrisi yang terkandung didalam pupuk tersebut.

Hindari pemberian pupuk dengan kondisi air tergenang di sekitar tanaman sawit. Tanah yang tergenang air akan sesulit bagian tanaman untuk menyerap semua zat yang terkandung di atasnya. Bahkan pupuk yang sudah disebarkan secara otomatis akan hanyut terbawa air. Silakan memilih waktu yang tepat dan dan kondisi tanah terbaik ketika akan memberikan pupuk.

  • Memperhatikan Dampak Lingkungan

Pemberian pupuk tanaman sawit juga harus mempertimbangkan dampak yang ditimbulkan. Silakan memperhitungkan jarak penyebaran pupuk pada area perkebunan. Yang paling efisien adalah pupuk yang diberikan sama sekali tidak memberikan dampak buruk ke lingkungan sekitar.

Pastikan juga jika pemberian pupuk jauh dari sumber mata air atau aliran sungai. Karena secara otomatis ketika terbawa arus air, pupuk akan mencemari lingkungan sekitar.

Beberapa cara pemupukan sawit yang bisa digunakan untuk acuan terbaik bagi para petani di manapun berada. Sistem dan cara pemupukan yang efektif dan efisien, akan memaksimalkan pertumbuhan tanaman sawit. Lakukanlah pemupukan secara sabar sesuai dengan aturan yang tidak merusak lingkungan. Dijamin lahan sawit yang anda kelola akan mencapai hasil yang sesuai target.