10 Jenis Pupuk Kimia

Daftar 10 Pupuk Kimia Terbaik yang Sering Digunakan Petani

Ada banyak sekali jenis pupuk kimia yang baisanya digunakna oleh petani dalam perawaya tanamannya. Namun perlu diketahui bahwa ada 10 pupuk kimia terbaik yang sering digunakan oleh petani. Pupuk ini digunakan untuk pemupukan sebagai bagian yang penting bagi pertumbuhan tanaman.

Pupuk kimia sendiri terbagi kedalam bentuk padat dan cair. Sedangkan jika dilihat dari kandungannya, pupuk kimia bisa merupakan pupuk tunggal dan juga majemuk. Kebanyakan yang sering digunakan petani adalah pupuk majemuk karena dapat memberikan banyak fungsi sekaligus. Terkadang petani juga mengaplikasikannya dengan mencampur.

Berikut 10 Jenis Pupuk Kimia yang Sering Digunakan Oleh Petani

1. NPK Phonska

Yang pertama dari 10 pupuk kimia terbaik adalah NPK phonska. NPK Phonska adalah pupuk yang paling sering digunakan oleh petani karena harganya yang lebih terjangkau. Harga murah dari pupuk phonska karena phonska disubsidi oleh pemerintah.

Produksinya sendiri langsung oleh BUMN, yaitu PT Petrokimia Gresik yang sekaligus menjadi produsen pupuk yang terbesar di Indonesia.

Kandungan dalam phonska adalah sulfur, kalium, fosfat, dan juga nitrogen. Phonska berbentuk granul dengan warna merah muda dan larut dalam air.

Kombinasi komposisi ini memiliki fungsi diantaranya menjadikan batang tanaman lebih kuat, memicu pertumbuhan akar tanaman, serta menjadikan tanaman lebih sehat dan hijau. Phonska juga dapat membuat tanaman memiliki daya tahan yang lebih baik pada musim kemarau.

2. NPK mutiara 16-16-16

NPK mutiara 16-16-16 juga sering dikenal dengan nama pupuk NPK 16-16-16. Sama seperti NPK phonska, NPK mutiara 16-16-16 juga berbentuk granul dan mudah larut dalam air.

Kandungan dalam mutiara 16-16-16 adalah nitrogen, phospate, kalium, magnesium, dan juga kalsium. Pupuk ini mengandung unsur hara NPK dan juga hara mikro CaO serta MgO.

Fungsi dari pupuk ini adalah untuk memicu peningkatan pertumbuhan tunas dan juga membuat warna daun menjadi lebih hijau. Hasil akhirnya adalah membuat hasil panen lebih melimpah.

3. Phospat

Jenis dari phospat yang sering digunakan adalah TSP, SP 18, dan SP 36. Warnanya adalah abu-abu dan coklat muda dan sangat mudah diserap oleh air. Kandungan dalam phospat yaitu superfosfat, dobel atau tripel superfosfat, diamonium fosfat, dan monoamonium fosfat.

Fungsi dari pupuk phospat adalah untuk merangsang pertumbuhan tanaman pada awal pertumbuhannya. Selain itu phospat berfungsi untuk menyusun jaringan fitin, fosfolipida, dan juga asam nukleat.

4. ZA

ZA yang berarti amonium sulfate adalah singkatan dari zwavelzure ammoniak, bahasa Belanda. ZA cocok diberikan pada tanah alkalin, yaitu tanah yang sangat basa. Selain itu, ZA juga dapat diaplikasikan pada semua jenis tanaman.

Bentuk dari ZA mirip seperti garam dapur dan rasanya juga asin di lidah. ZA memiliki ion yang mudah larut dalam air juga bersifat higroskopis. Kandungannya berupa nitrogen, belerang, kadar asam bebas, dan juga air sebanyak 1%.

Fungsi utama dari Za adalah untuk memberi tambahan hara nitrogen serta belerang untuk tanaman. Disamping itu, ZA juga berfungsi untuk menjadikan daun lebih hijau, membantu dalam proses pembentukan zar gula, serta menambah kadar protein dan vitamin pada hasil panen.

5. Urea

Urea memiliki kadar nitrogen yang tinggi. Hal ini tentu sangat berguna karena tanaman membutuhkan nitrogen, yaitu unsur hara makro yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk urea mudah menghisap air, maka harus disimpan pada tempat yang kering dan tertutup dengan rapat.

Kandungan dalam urea berupa nitrogen, biuret, dan juga air. Dalam setiap 100 kilogram urea, sebanyak 46 kilogramnya adalah nitrogen.

Seperti kandungan terbanyaknya, fungsi nitrogen adalah untuk memasok nitrogen pada tanaman. Selain itu, fungsi lainnya adalah untuk membuat daun lebih hijau, memicu percepatan tinggi dan tunas tanaman serta akar, serta meningkatkan anakan pada tanaman.

6. Dolomit

Pupuk dolomit memiliki kandungan hara kalsium dan magnesium. Kedua zat ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kesuburan lahan, utamanya pada tanah yang masam dan rusak.

Fungsi dari dolomit secara khusus adalah untuk mengapur tanah yang asam. Cara kerjanya adalah dengan menetralkan tingkat keasaman tanah dan juga menaikkan pH tanah. Dolomit sendiri memang menjadi jenis kapur yang paling banyak digunakan di Indonesia.

Selain untuk tanah, dolomit juga memiliki fungsi untuk mengaktifkan berbagai jenis enzim pada tanaman. Juga dapat merangsang terbentuknya zat karbohidrat, lemak, dan juga bebagai nutrisi lain.

7. Kalsium

Kalsium adalah alternatif yang dapat diberikan jika kebutuhan kalsium tanaman belum terpenuhi dengan dolomit. Pupuk kalsium biasanya diaplikasikan pada tanaman dengan cara disemprotkan. Beberapa merek pupuk kalsium yang dapat digunakan diantaranya adalah Powder Call, Anrin, Cap Kumbang, dan Cap Tawon.

Kandungan dalam pupuk kalsium adalah dolomit, kalsium karbonat, kalsium oksida, kalsium hidroksida, dan juga kalsium silikat. Semua ini merupakan unsur makro yang sangat dibutuhkan oleh tanaman.

Selain memenuhi kebutuhan kalsium, pupuk ini juga berfungsi dalam membantu metabolisme tanaman. Juga dapat memperkuat daya tahan tanaman sehingga tidak mudah diserang penyakit.

8. Kapur Tohor

Kaput tohor uga merupakan satu dari 10 pupuk kimia terbaik. Kapur tohor dalam istilah kimianya disebut dengan kalsium oksida. Pembentukannya adalah hasil dari pembakaran kapur mentah.

Fungsi kapur tohor adalah untuk menaikkan pH tanah dan juga meningkatkan tersedianya unsur hara. Kapur tohor juga dapat berfungsi sebagai penetral senyawa yang bersifat racun.

9. Pupuk daun

Daun pada tanaman merupakan bagian yang paling rawan diserang hama. Oleh karena itu, diperlukan adanya pemberian pupuk khusus untuk menjaga daun tetap sehat dan hijau. Aplikasinya pada tanaman adalah dengan penyemprotan.

Pupuk daun pada umumnya mengandung unsur hara makro dan mikro. Namun biasanya unsur hara makro telah terpenuhi dari pupuk yang diberikan pada akar. Maka untuk daun sebaiknya memilih pupuk yang memiliki fokus pada pemberian unsur hara mikro pada tanaman.

10. Kalium sulfat

Kalium sulfat biasanya disebut dengan ZK dan juga zwavelzure kali. Pupuk ini sekaligus menjadi pelopor pupuk kalium di Indonesia. ZK memiliki sifat higroskopis dan asam saat diaplikasikan pada tanah.

Kandungan dalam kalium sulfat adalah kalium dan sulfur. Bentuknya berupa butiran kecil dengan warna putih. ZK sendiri adalah pupuk majemuk yang didalamnya terkandung asam belerang.

Manfaat dari pupuk Zk adalah untuk peningkatan penyerapan unsur hara terutama fosfor dan nitrogen. Disamping itu juga berfungsi untuk memperkokoh tanaman, meningkatkan daya tahan tanaman terhadap penyakit, dan juga memperlancar metabolisme makanan dalam tanah.

Demikian 10 pupuk kimia terbaik yang biasanya digunakan petani untuk membantu pertumbuhan tanaman. Pupuk kimia sendiri banyak digunakan karena sifatnya yang praktis dan memberikan hasil yang lebih cepat.

Namun perlu digaris bawahi bahwa penggunaan pupuk kimia sebaiknya tidak berlebihan. Mengingat reaksinya yang cepat, pupuk kimia akan cepat merusak tanaman jika digunakan dengan takaran yang salah.