Apa Sih Pupuk Itu

Mengenal Lebih Jauh Apa Sih Pupuk Itu?

Apa sih pupuk itu? Bagi yang belum pernah bercocok tanam tentu tidak terlalu mengerti apa itu pupuk. Pupuk adalah suatu bahan yang memiliki kandungan unsur hara yang menyerupai tanah subur. Pupuk diberikan pada tanaman untuk membantu perkembangan secara maksimal. Sederhananya, pupuk ini seperti vitamin bagi tumbuhan.

Anda pasti masih bertanya-tanya. Kenapa harus menggunakan pupuk, apa sih pupuk itu. Padahal jika kita perhatikan ada begitu banyak tanaman yang tumbuh baik bahkan tanpa bantuan manusia atau pupuk.

Pada dasarnya tumbuhan tidak membutuhkan pupuk. Kandungan unsur hara yang ada di pupuk sudah terdapat pada tanah pada umumnya. Tanpa pupuk, tumbuhan bisa tetap tumbuh dengan baik.

Sebenarnya di bumi sendiri terdapat unsur hara yang jumlahnya tidak terbatas. Secara alami, tanah memiliki cara sendiri untuk mengambil unsur hara di sekitarnya. Kesuburan tanah akan semakin meningkat semakin harinya. Hal tersebut dikarenakan adanya pembusukan dedaunan atau materi lain yang menghasilkan unsur hara.

Namun adanya aktivitivitas yang dilakukan terus menerus pada tanah membuat hilangnya kesuburan pada tanah. Lahan yang kerap digunakan bercocok tanam tentu akan berbeda kualitasnya dengan tanah di hutan belantara yang jarang dijamah. Sebab itulah pupuk dipakai untuk mengganti unsur hara yang hilang sebab aktivitas yang berlebihan pada tanah.

Mengetahui Fungsi Untuk Apa Sih Pupuk Itu

Seperti yang dijelaskan di atas, sebenarnya tanah alami sudah cukup untuk subuh untuk tanaman bisa tumbuh dengan baik. Namun masalahnya terdapat pada proses membentukan unsur hara secara alami terlalu lambat untuk mengikuti kebutuhan manusia.

Ada sejumlah komoditas yang mengharuskan proses tanam yang lebih cepat dan efisien. Dari situlah muncul pupuk yang menjadi solusi untuk membuat tumbuhan jauh lebih subur. Pupuk juga menjadi alternatif bagi petani untuk meningkatkan kualitas tanamannya.

Sekarang ini banyak sekali produk pupuk yang mengandung satu atau lebih unsur hara. Kandungan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan tanaman. Ada 13 macam unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Tiga belas unsur hara tersebut dibedakan atas dua bagian yaitu unsur hara makro dan unsur hara mikro.

Pertama, unsur hara makro. Unsur hara ini merupakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah besar. Beberapa jenis unsur hara makro seperti Nitrogen (N), Phosfor (P), Kalium (K), Sulfur (S), Calsium (Ca),  dan Magnesium (Mg).

Kedua, unsur hara mikro. Berbalik dengan unsur hara makro, unsur hara mikro ini merupakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah sedikit. Bahkan ada beberapa jenis unsur hara mikro yang  hanya dibutuhkan pada tanaman tertentu. Jenis unsur hara mikro yaitu Klor (Cl), Zat besi (Fe), Mangan (Mn), Tembaga (Cu), Seng (Zn), Boron (B), dan Molibdenum (Mo)

Ketiga belas unsur hara tersebut memiliki fungsi dan efek yang berbeda pada tanaman. Maka tidak heran ada begitu banyak jenis pupuk untuk tiap tanaman. Pupuk tersebut telah diuji dan disesuaikan unsur haranya untuk kebutuhan tanaman tersebut. Anda perlu mengenal lebih jauh apa sih pupuk itu agar bisa memaksimalkan penggunaan unsur hara atau pupuk pada tanaman.

Jika Anda pergi ke toko tanaman, biasanya Anda akan meilihat banyak variasi pupuk. Umumnya, pupuk memang berbentuk seperti tanah. Namun ada banyak variasi pupuk yang sudah dikelompokkan dalam beberapa jenis. Jenis pupuk yang Anda pilih tentu harus menyesuaikan kebutuhan tanaman yang Anda beli. Pupuk dapat diberikan lewat daun, tanah, akar, atau menyuntikkan langsung ke batang tanaman.

Sebelum Anda memilih pupuk untuk tanaman terbaik Anda, ada baiknya jika mengenal jenis-jenis pupuk terlebih dahulu. Jangan sampai Anda salah memilih pupuk dan merusak tanaman kesayangan Anda.

Jenis-jenis Pupuk Dan Kategorinya

Pupuk digunakan petani untuk mendapatkan hasil panen yang baik. Meskipun sama-sama memiliki tujuan untuk menyuburkan tanaman, pupuk tersedia dalam banyak jenis. Kandungan unsur hara yang terdapat pupuk dapat membantu kesuburan pada tumbuhan.

Meskipun memiliki unsur hara yang menyuburkan tanaman, pemakaian pupuk tetap harus diperhatikan. Sebab pupuk hanya akan bereaksi maksimal jika diaplikasikan pada tanaman yang tepat. Agar tidak salah pilih, sebaiknya Anda mengenal terlebih dahulu jenis pupuk dan pemakaiannya.

Jenis pupuk berdasarkan pembuatannya

Jenis pupuk berdasarkan pembuatannya terbagi dua jenis pupuk. Pupuk alam atau yang kerap disebut pupuk organik. Dan pupuk buatan atau anorganik.

Pertama pupuk alam atau pupuk organik. Seperti namanya, pupuk ini terbuat dari proses alamiah. Meskipun alami, pupuk alam ini dapat dibuat oleh manusia dengan memanfaatkan bahan-bahan alam yang mudah membusuk. Misalnya saja seperti pupuk humus dari dedauanan atau pupuk kandang yang terbuat dari kotoran hewan.

Pupuk jenis kedua berdasarkan pembuatannya yaitu pupuk buatan atau anorganik. Kebalikan dari Pupuk organik, pupuk ini merupakan buatan pabrik. Pupuk buatan sudah dirancang komposisinya oleh ahli. Dengan menggunakan tambahan bahan kimia, pupuk buatan ini dibuat untuk mengatasi keluhan petani karena ketidakefektifan pupuk organik.

Beberapa jenis pupuk buatan sudah menjamur di pasaran. Anda hanya tinggal menyesuaikan dengan tumbuhan yang ingin ditanaman. Misalnya saja seperti pupuk urea, NPK, atau TSP.

Jika dibandingkan, keduanya memiliki kelemahan dan keunggulan masing-masing. Pupuk organik lebih ramah lingkungan dan menyatu dengan alam. Berbeda dengan pupuk anorganik yang cenderung merusak alam di sekitarnya karena bahan kimia. Akan tetapi beberapa petani lebih memilih pupuk anorganik yang lebih efektif menyuburkan tanaman.

Jenis pupuk berdasarkan kandungannya

Setiap pupuk meiliki kandungan unsur hara yang berbeda. Berdasarkan kandungan, pupuk dibedakan menjadi dua jenis. Pupuk tunggal dan pupuk majemuk.

Pertama yaitu pupuk tunggal. Pupuk tunggal adalah pupuk yang mengandung satu unsur hara. Contoh pupuk tunggal misalnya seperti pupuk urea yang mengandung unsur nitrogen (N).

Kedua yaitu pupuk majemuk. Pupuk majemuk merupakan pupuk yang memiliki lebih dari dua unsur hara. Misalnya seperti pupuk NPK yang terdiri dari unsur nitrogen (N), phorpor (P), dan kalium (K).

Jika dibandingkan, keduanya juga memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing. Pupuk tunggal dapat digunakan hampir di semua jenis tanaman. Berbeda dengan pupuk majemuk yang cenderung harus disesuaikan tanaman tertentu. Hal tersebut dikarenakan kandungan majemuknya. Keduanya harus dapat diterima tanaman agar dapat bereaksi dengan baik.

Jenis pupuk berdasarkan bentuk dan pengaplikasiannya

Jenis pupuk yang terakhir yaitu berdasarkan bentuk fisik dan pengaplikasiannya. Ada dua jenis pupuk pada ketegori ini. Adalah pupuk padat dan pupuk cair.

Pupuk padat adalah pupuk yang berbentuk padat. Misanya seperti butiran, remahan, kristal, dan beberapa bentuk pupuk lainnya. Pupuk padat ini biasanya diaplikasikan sebagai media tanam. Fokus penyuburannya melalui akar. Contoh dari pupuk padat seperti pupuk urea, pupuk kandang, atau pupuk NPK mutiara.

Kemudian pupuk cair yang merupakan pupuk dalam bentuk cair atau konsentrat. Pemakaian pupuk cair biasanya digunakan untuk tujuan tertentu. Misalnya untuk membuat tumbuhan cepat berbunga. Bisa juga hanya menyasar pada beberapa bagian tumbuhan tertentu agar cepat tumbuh.

Contoh pupuk cair di antaranya seperti Kosarin, pupuk amonia, dan beberapa pupuk yang dikemas dalam bentuk cairan. Cara pengaplikasiannya bisa dengan penyemprotan atau penyiraman. Itulah beberapa jenis pupuk yang bisa Anda jadikan referensi untuk tanaman Anda. Informasi di atas tentunya sedikit banyak sudah menjawab pertanyaan Anda mengenai, apa sih pupuk itu.