pupuk kompos adalah

Mengenal Pupuk Kompos Adalah, Cara Membuatnya

Pupuk kompos adalah salah satu jenis pupuk organik. Pupuk kompos dibuat dari aneka bahan-bahan alami, seperti tumbuhan dan kotoran hewan. Pupuk kompos dibuat melalui proses penguraian alami yang terjadi berkat bantuan dari mikroba atau biota-biota yang terdapat di dalam tanah.

Pupuk kompos dipercaya memiliki banyak sekali manfaat bagi tanaman. Selain meningkatkan kesuburan tanah, kompos juga dapat memperbaiki struktur tanah, yaitu dengan memperbaiki kehidupan mikroorganisme penting yang hidup di dalam tanah.

Cari Tahu Tentang Pupuk Kompos Adalah?

Pupuk kompos merupakan jenis pupuk yang kaya akan kandungan mineral di dalamnya. Dengan kandungan mineral yang dimiliki, maka tidak heran jika pupuk ini mampu memperbaiki mutu tanah dan menyuburkan tanaman yang tumbuh di atasnya. Pupuk kompos sejak lama telah terkenal sebagai pupuk organik yang dapat memberikan efek baik pada tanah, yaitu memperbaiki sifat-sifat kimia dan biologi tanah.

Saat ini, banyak sekali jenis pupuk organik yang dijual di pasaran. Para petani tidak perlu bingung-bingung lagi untuk mendapatkan pupuk organik, karena tersedia cukup melimpah di pasaran. Namun, petani juga bisa membuat pupuk organik sendiri di rumah. Salah satunya adalah membuat pupuk kompos yang sangat mudah dilakukan. Lalu, bagaimana cara membuat pupuk kompos? Yuk, baca selengkapnya ulasan berikut!

Mengenal Jenis-Jenis Pupuk Kompos

Pada umumnya, masyarakat hanya mengenal satu jenis pupuk kompos saja. Pada kenyataannya, pupuk kompos terdiri dari tuga jenis yang cukup berbeda. Ketiga jenis pupuk kompos ini di antaranya, yaitu pupuk kompos cacing, pupuk kompos bagase, dan juga pupuk kompos bokashi. Lalu, apa perbedaan di antara ketiganya? Berikut penjelasan lengkap mengenai ketiga jenis pupuk kompos tersebut:

Kompos Cacing

Kompos cacing merupakan jenis pupuk kompos yang berfungsi sebagai pengurai bahan-bahan organik yang terdapat di dalam. Sesuai dengan namanya, penguraian tanah dilakukan oleh para cacing. Setelah melalui proses penguraian oleh cacing, nantinya akan diurai kembali oleh mikroorganisme yang ada di dalam tanah.

Umumnya, jenis pupuk kompos cacing lebih dikenal dengan nama pupuk casting. Pupuk casting ini mengandung banyak zat-zat atau unsur hara makro, seperti nitrogen, phospor, mineral, dan vitamin yang sangat penting bagi pertumbuhan tanaman.

Kompos Bagase

Pupuk kompos bagase adalah jenis pupuk kompos yang berasal dari ampas-ampas tebu. Pupuk ini dihasilkan dari proses pengolahan limbah-limbah padat pada pabrik industri gula.  Limbah dari bagase ini dipercaya memiliki kandungan bahan organik yang cukup besar, sehingga dapat dimanfaatkan untuk membantu meningkatkna kondisi kesuburan tanah.

Pupuk kompos bagase dibuat melalui sebuah proses yang terbilang cukup lama. Hal tersebut dikarenakan pupuk ini harus terlebih dahulu melewati proses khusus, seperti menambahkan mikroorganisme selulotik. Penambahan mikroorganisme selulotik bertujuan agar pupuk kompos bagase yang nantinya dihasilkan akan memiliki nisbah nitrogen yang tinggi, yaitu dengan angka 220 yang berasal dari bagase-bagase tebu.

Kompos Bokashi

Pupuk bokashi merupakan jenis pupuk yang sangat populer di Negara Jepang. Bokashi dihasilkan dari bahan-bahan organik yang telah mengalami proses fermentasi. Proses fermentasi ini dilakukan dengan bantuan zat EM4. EM4 memang sudah sangat populer sebagai zat yang mampu membantu proses ferm

entasi. EM4 sendiri terdiri dari banyak kandungan mikroorganisme, sehingga mampu membantu proses fermentasi. Beberapa mikroorganisme di dalamnya seperti bakteri Lactobacillus sp, Streptomyces, Khamir, dan juga jenis lainnya yang mampu membantu proses farmentasi.

EM4 merupakan jenis kultur campuran yang mengandung mikroorganisme. EM4 berbentuk cair dan berfungsi sebagai bahan yang membantu proses fermentasi bahan-bahan organik yang terdapat di dalam tanah. Selain mampu membantu proses fermentasi bahan organik di dalam tanah, EM4 juga mampu memfermentasikan sampah yang terdapat dalam pupuk kompos sehinga dapat menyuburkan tanah.

Penggunaan EM4 mampu membantu mikroorganisme untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan tanaman dengan cara membantu proses pengikatan zat-zat unsur hara. Baik itu pengikatan nitrogen, pelarutan phosphor, dan juga membantu melindungi akar-akar tanaman dari serangan hama dan penyakit.

EM4 mampu membantu mempercepat proses dekomposisi sampah-sampah organik, sehingga sangat cocok jika digunakan untuk membantu proses pengomposan. Selain memiliki banyak sekali manfaat bagi tanaman dan tanah, kompos juga termasuk jenis pupuk yang cukup mudah untuk dibuat. Lalu seperti apakah cara mudah untuk membuat pupuk kompos? Berikut informasinya untuk Anda.

Cara Mudah Membuat Pupuk Kompos di Rumah

Cara membuat pupuk kompos terbagi menjadi dua cara, yakni cara aerob dan anaerob.  Berikut ini adalah langkah-langkahnya:

1. Cara membuat pupuk kompos metode aerob

  • Siapkan tanah pada lahan seluas 10 meter, kemudian berikan penutup pada atasnya menggunakan alat seperti terpal agar tidak terkena air hujan.
  • Buatlah sebuah bak berbentuk segi empat dengan menggunakan kayu. Carilah kayu yang memiliki panjang1.5 meter, lebar 30-40 cm, dan tingginya 1 meter.
  • Siapkan bahan-bahan yang diperlukan, seperti sisa-sisa tumbuhan dan kotoran hewan. Potong setiap jenis tanaman yang akan digunakan sampai berukuran cukup kecil.
  • Masukan bahan-bahan tersebut ke dalam bak hingga penuh, kemudian padatkan bahan-bahan tersebut.
  • Jangan lupa untuk menyiram kompos tersebut agar memiliki kelembapan yang terjaga.  Umumnya dalam kurung waktu 24 jam, kompos akan mengalami kenaikan suhu hingga mencapai angka 65 °C. Diamkan pupuk kompos tersebut kurang lebih 2-4 hari ke depan sampai pathogen, jamur-jamur, dan gulma yang terdapat di dalamnya mati
  • Setelah 4 hari didiamkan, proses selanjutnya adalah menurunkan suhu dalam pupuk kompos tersebut dengan cara mengaduk atau membolak-balik campuran di dalamnya. Proses ini bertujuan agar dekomposer yang terdapat di dalamnya tidak ikut mati.

Jangan lupa untuk mengecek suhu kompos. Suhu kompos yang optimum haruslah berada dalam angka 45-60 °C. Biasanya kompos yang sudah memiliki suhu tepat akan memiliki warna hitam kecokelatan dan volume dari kompos berkurang 50%. Pada saat inilah pupuk kompos sudah siap digunakan dan diaplikasikan pada tanaman.

2. Cara Membuat Kompos Metode Anaerob

  • Siapkan bahan-bahan seperti tanaman atau kotoran hewan. Cacah tanaman yang akan digunakan, hingga memiliki ukuran yang cukup kecil.
  • Siapkan EM4 yang telah dilarutkan dengan takaran 1 cc untuk air sebanyak 1 liter. Jangan lupa untuk menambahkan 1 gram gula pasir yang sudah larut.
  • Gunakan alat seperti terpal untuk alas.
  • Letakkan bahan-bahan pembuat kompos di atas terpal. Anda juga dapat menambahkan serbuk-serbuk gergaji agar membantu meningkatkan perbandingan carbon dengan nitrogen.
  • Semprotkan cairan EM4 ke semua bahan-bahan yang telah disiapkan.
  • Masukkan semua adonan yang telah disiapkan ke dalam sebuah ember, kemudian tutup rapat ember tersebut.
  • Diamkan pupuk kompos hingga 3-4 hari selama proses fermentasi berlangsung.
  • Setelah 3 hingga 4 hari berlalu, pupuk kompos tersebut akan sudah siap digunakan. Jenis pupuk kompos yang sudah siap untuk digunakan biasanya akan ditandai dengan munculnya bau yang seperti tape.

Nah, itulah langkah mudah untuk membuat pupuk kompos, baik dengan metode aerob maupun metode anaerob. Bagaimana, sangat praktis dan mudah dilakukan bukan? Dengan belajar mempraktekkan cara membuat pupuk kompos di rumah ya, maka Anda bisa menghemat uang untuk membeli pupuk di toko yang biasanya menelan biaya cukup besar. Yuk, beralih menggunakan pupuk organik buatan sendiri!