Penggunaan pupuk urea untuk sawit

Penggunaan Pupuk Urea Untuk Sawit Agar Hasilnya Maksimal

Sekarang ini sektor perkebunan bahkan pertanian menjadi sektor yang paling pesat perkembangannya di Indonesia. Dimana salah satunya adalah perkebunan kelapa sawit yang kini sudah berkembang. Indonesia mempunyai andil besar dalam hal pemenuhan kebutuhan kelapa sawit. Hingga kualitas kelapa sawit pun sangat diperhatikan. Hal ini begitu erat kaitannya dengan jenis pupuk yang paling cocok untuk tanaman tersebut. Penggunaan pupuk urea untuk sawit kini menjadi pilihan yang terbaik.

Kelapa sawit menjadi salah satu jenis tanaman yang sudah dibudidayakan di Indonesia. Tanaman kelapa tersebut mempunyai potensi besar banyak sudah dikenal banyak orang. Tak heran jika banyak lahan kosong di Indonesia lebih suka dimanfaatkan sebagai lahan perkebunan kelapa sawit. Tanaman tersebut bisa dengan mudah ditemukan di Pulau Sumatra bahkan Kalimantan. Dimana mereka lebih suka mengambil buahnya untuk nantinya diolah menjadi minyak.

Kini minyak kelapa sawit semakin terkenal hingga ke daerah mancanegara. Tak heran jika sekarang banyak yang membuka lahan untuk dijadikan perkebunan kelapa sawit. Perawatannya terbilang gampang susah asalkan mengetahui caranya. Salah satu hal penting yang harus diperhatikan tentu saja cara pemupukannya. Dimana penggunaan pupuk urea untuk sawit harus tepat sesuai dengan dosisnya. Konon takaran dosisnya sekitar 0,04 hingga 0,6 yang nantinya bakalan diberikan sebanyak 2 kali pemakaian.

Cara mudah memupuk sawit agar hasilnya bagus

Hal paling penting yang harus diperhatikan dalam merawat kelapa sawit tentu saja pemberian pupuknya. Penggunaan pupuk urea untuk sawit harus diperhatikan takaran dosisnya. Jangan sampai nantinya melebihi takaran yang berakibat pada terganggunya pertumbuhan kelapa. Mungkin sudah banyak yang merasa penasaran akan cara memberikan pupuk pada kelapa sawit. Dari pada penasaran sebaiknya simak penjelasan berikut:

  1. Berikan pupuk sesuai umur pohonnya.

Semial pohon kelapa sawit ini usiany 0 hingga 3 tahun maka pemberian pupuk urea menggunakan takaran dosis sekitar 0,4 hingga 0,4 per tanaman dengan adanya frekuensi pemberian pupuk sebanyak 2 kali dalam waktu setahun. Selanjutnya ketika tanaman sudah berusia diatas 3 tahun maka pemberian pupuk biasanya mempergunakan dosis 2 hingga 2,5kg setiap tanaman dengan frekuensi sekitar setahun setiap 2 kali pemberian.

  1. Memperhatikan penyebaran pupuk.

Pupuk dengan kandungan natrium ini jika diberikan pada tanaman memang perlu memperhatikan jarak penyebarannya. Dimana jaraknya sejauh 50 cm dari pokok sampai bagian luar piringannya. Sedangkan pupuk dengan kandungan fosfor, kaliym bahkan magnesium sebaiknya disebarkan dengan jarak 1 hingga 3 meter. Biasanya pemilihan tempat untuk menyebar pupuk sangatlah berpengaruh terhadap hasil tanamannya.

  1. Bersihkan terlebih dahulu piringannya.

Piringan sawit merupakan area bulatan yang berada pada sekeliling pohon sawit. Anda seharusnya membersihkan bulatan tersebut agar nantinya hama maupun gulma yang menghambat proses pemupukan bisa hilang. Ada pula tanaman lainnya seperti alang-alang yang berada sekitar tanaman sawit juga perlu anda bersihkan supaya proses pemupukan yang berlangsung bisa berjalan lancar.

  1. Perhatikan tempat dimana akan menaburkan pupuk.

Jangan pernah anda menyebarkan pupuk urea pada tempat yang sembarangan. Dimana hal tersebut berpengaruh sekali terhadap hasil pemupukan. Bisa-bisa nanti justru hama yang bakalan tumbuh dengan subur. Adapun tempat yang sebaiknya anda sebari pupuk adalah kepala sawit yang paling banyak akar rambutnya. Usahakan penggunaan pupuk urea untuk sawit ini sesuai takaran yang tepat.

  1. Pemilihan waktu pemberian pupuk.

Ternyata pemberian waktu untuk pemupukan kelapa sawit juga perlu diperhatikan sekali. Dimana memupuk kelapa sawit sangat bagus dilakukan ketika musim penghujan tiba. Hal ini tak lain dikarenakan tekstur tanahnya terbilang lembab jadi pupuk pun bakalan mudah terserap dengan sempurna dalam tanah. Sedangkan jika tanahnya tergenang oleh air maka pupuk tersebut justru bakalan hanyut dan tak mampu terserap dengan baik. Inilah mengapa pemilihan waktu pemberian pupuk perlu diperhatikan. Usahakan memberikan pupuk  saat tanah lembab bahkan tidak terlalu tergenang oleh air.

  1. Perhitungkan jarak antara perkebunan dengan sumber air.

Ternyata hal ini juga perlu diperhatikan ketika berencana melakukan pemupukan pada tanaman kelapa sawit. Pemupukan perlu dihindarkan apabila berada di pinggir sungai sebab nantinya bisa mencemari sungainya. Supaya pemupukan bisa dilakukan lebih maksimal maka usahakan jaraknya dengan sungai sekitar 10 meter. Hal ini tak lain  hanya untuk mengurangi resiko air tercemar oleh pupuk.

  1. Pemberian pupuk membutuhkan kesabaran.

Selain memperhatikan takaran penggunaan pupuk urea untuk sawit. Maka kini anda pun juga butuh kesabaran saat memberikan pupuk pada tanaman tersebut. Sebagai petani seharusnya anda mempunyai pengetahuan lebih akan tanaman sawit sekaligus cara pemupukannya. Pemupukan yang terbilang tepat sangatlah berpengaruh terhadap hasil tanaman.

Pemupukan tepat itu termasuk dalam hal tempat penyebaran pupuk yang diperbolehkan, pemberian dosis pupuk, cara melakukan pemupukan bahkan juga waktu pemupukannya. Beberapa dari perusahaan kelapa sawit yang telah berkembang lebih suka mempergunakan metode pemupukan dengan pesawat. Dimana cara tersebut terbilang lebih efektif untuk lahan sawit yang tergolong luas.

Pupuk Urea Cocok Membuat Sawit Lebih Subur

Pastinya pemupukan kelapa sawit harus memenuhi takaran dosis yang tepat. Selain itu waktu pemberian pupuk pun juga harus diperhatikan dengan baik. Dari banyaknya jenis pupuk yang sudah tersedia ternyata para petani kebanyakan lebih suka menjatuhkan pilihannya pada pupuk urea.

Dimana pupuk urea ini dinilai mampu mendukung pertumbuhan kelapa sawit dengan baik. Bahkan untuk hasilnya pun juga sesuai dengan harapan. Pastikan proses pemberian pupuknya benar sehingga bisa terbebas dari hama hingga memanen kelapa sawit yang melimpah. Berkebun memang hal yang sangat menyenangkan. Ada banyak pengetahuan menarik didapatkan dari dunia perkebunan ini.

Berkebun kelapa sawit mampu memberikan hasil yang melimpah jika kita pandai mengolah tanaman. Pemberian pupuk pada kelapa sawit harus diperhatikan dengan betul agar tidak salah merawatnya. Secara garis besarnya, sebetulnya cara memberikan pupuk pada kelapa sawit harus disesuaikan menurut aturan yang ada.

Inilah mengapa anda harus mengetahui berapakah penggunaan pupuk urea untuk sawit yang paling tepat. Jangan sampai melebihi takarannya atau bahkan malah berkurang. Pemberian dosis yang tepat, penyebaran pupuk pada tempat tepat sekaligus pemilihan waktu pemupukan tepat menjadi kunci pemupukan sukses. Pemupukan yang dilakukan dengan benar maka bakalan berpengaruh terhadap hasil panennya.

Sedangkan pemupukan yang salah hanya akan menjadikan gulma dan hama semakin banyak dan bisa mengganggu perkembangan tanaman sawit tersebut. Lakukan pemupukan yang benar agar tanaman sawit bisa tumbuh dengan subur dan hasilnya pun juga melimpah. Sebetulnya bukan hanya pemupukan saja yang perlu anda pertimbangkan. Tetapi masalah kelestarian liingkungan juga berpengaruh dalam proses pemupukan. Seperti halnya tidak melakukan pemupukan pada area yang berdekatan dengan sungai.

Apabila lahan sawit yang anda kelola ini mampu berjalan dengan baik bahkan tidak merusak lingkungan maka sebuah pencapaian menarik bakalan didapatkan. Itulah tadi sekilas penjelasan menarik mengenai penggunaan pupuk urea untuk sawit yang bisa anda ketahui. Semoga dengan hadirnya ulasan ini bisa memberikan banyak ilmu pada anda terkait pemberian pupuk pada kelapa sawit agar nantinya tumbuh dengan subur bahkan memberikan hasil panen melimpah.